Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Stimulus Iklim Bisnis, Tiongkok Rampingkan Prosedur dan Perkuat Regulasi

Ekonomi ekonomi china tiongkok
Angga Bratadharma • 06 Januari 2021 08:30
Beijing: Dewan Negara atau Kabinet Tiongkok telah membuat pengaturan untuk mengoptimalkan iklim bisnis negara dengan merampingkan prosedur administrasi dan memperkuat regulasi. Upaya tersebut menjadi di antara serangkaian kebijakan guna memulihkan perekonomian usai terhantam pandemi covid-19.
 
"Lingkungan bisnis yang lebih baik akan semakin menghidupkan entitas pasar, dan memainkan peran penting dalam memfasilitasi pemulihan ekonomi yang stabil di tengah situasi yang kompleks," demikian menurut pernyataan setelah pertemuan eksekutif Dewan Negara yang dipimpin oleh Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang, dilansir dari Xinhua, Rabu, 6 Januari 2021.
 
Sambil meninjau penerapan pedoman secara nasional untuk meningkatkan lingkungan bisnis, pertemuan tersebut mengumumkan langkah-langkah yang ditargetkan untuk merampingkan prosedur administrasi, meningkatkan layanan, dan meningkatkan efektivitas peraturan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rapat tersebut juga mengesahkan rancangan undang-undang pajak materai dan rancangan amandemen peraturan tentang pengelolaan peredaran gabah.
 
Di sisi lain, aktivitas pabrik Tiongkok terpantau terus berkembang pada Desember 2020, tetapi dengan kecepatan yang lebih lambat. Meski demikian, negara Tirai Bambu itu masih memimpin sekumpulan negara ekonomi utama di tengah tekanan akibat pandemi covid-19.
 
Biro Statistik Nasional (NBS) melaporkan Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur resmi turun menjadi 51,9 pada Desember dibandingkan dengan 52,1 pada November. Meski turun tetapi angkanya berada di atas 50 poin yang artinya belum ada tanda-tanda terkontraksi.
 
Sedangkan analis memperkirakan PMI turun sedikit menjadi 52,0. Sektor industri Tiongkok secara luas telah melakukan pemulihan yang mengesankan dari guncangan virus korona berkat kinerja ekspor yang sangat kuat. Meski demikian, kinerja yang baik itu memiliki risiko.
 
Risiko itu lantaran tindakan pengendalian virus korona yang lebih ketat di banyak mitra dagang utama Tiongkok di barat dan lonjakan infeksi domestik baru-baru ini dapat mengurangi permintaan industri, yang artinya membebani pemulihan.
 
PMI resmi, yang sebagian besar berfokus pada perusahaan besar dan milik negara, menunjukkan subindeks untuk pesanan ekspor baru berada di 51,3 pada Desember atau turun dari 51,5 pada bulan sebelumnya. Namun, indikator ekonomi mulai dari perdagangan hingga harga produsen semuanya menunjukkan peningkatan lebih lanjut di sektor industri.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif