Malaysia. Foto : AFP.
Malaysia. Foto : AFP.

PDB Malaysia Ditaksir Minus 3,2% di Kuartal III-2020

Ekonomi malaysia ekonomi asia
Arif Wicaksono • 11 November 2020 20:23
Kuala Lumpur: Ekonomi Malaysia kemungkinan berkontraksi lebih lambat pada kuartal ketiga setelah pelonggaran pembatasan virus korona membantu menghidupkan kembali konsumsi dan produksi.
 
Dikutip dari Channel News Asia, Rabu, 11 November 2020, pertumbuhan ekonomi Malaysia kemungkinan menyusut 3,2 persen pada periode Juli-September dibandingkan tahun lalu. Demikian menurut estimasi median dari 15 ekonom, peningkatan dari kontraksi 17,1 persen pada kuartal sebelumnya.
 
Ekonomi Malaysia mengalami kemerosotan pertama sejak krisis keuangan 2009 pada kuartal kedua, tetapi sejak itu mengalami rebound tentatif setelah pemerintah mulai mencabut pembatasan covid-19 pada Mei. Apalagi ketika permintaan global untuk ekspor elektronik dan produk karet melonjak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Prospek ekonomi Malaysia yang tidak pasti, terutama setelah pemerintah memberlakukan kembali beberapa pembatasan mulai Oktober karena kasus meningkat. Perkiraan Produk Domestik Bruto (PDB) untuk kuartal ketiga bervariasi dari proyeksi kontraksi sebesar 8,5 persen hingga ekspektasi untuk pertumbuhan 1,3 persen.
 
"Meskipun rebound kuartal III, PDB mungkin melambat lagi di kuartal IV karena penerapan kembali langkah-langkah pembatasan mobilitas pada kebangkitan infeksi," kata Standard Chartered dalam catatan penelitian.
 
Output pabrik naik untuk bulan ketiga berturut-turut di September karena aktivitas manufaktur meningkat, sementara ekspor tumbuh pada laju tercepat dalam hampir dua tahun di bulan yang sama karena permintaan global yang lebih tinggi untuk barang-barang manufaktur dan pertanian.
 
Tetapi pemerintah memberlakukan pembatasan terbatas pada pergerakan di sebagian besar negara bagian pada November dan melarang perjalanan antar negara bagian karena kasus virus korona meningkat tiga kali lipat selama dua bulan. Kasus virus korona mencapai lebih dari 42 ribu di Malaysia.
 
Brian Tan, seorang ekonom regional dengan Barclays, mengatakan data terbaru menunjukkan pertumbuhan setahun penuh Malaysia mungkin tidak seburuk kontraksi 8,5 persen yang awalnya mereka prediksi, tetapi dapat terbebani oleh putaran terakhir pembatasan virus korona.
 
"Kami tetap berhati-hati terhadap prospek ekonomi, terutama karena langkah-langkah jarak sosial telah diperketat lebih lanjut di kuartal IV-2020 untuk mencegah lonjakan infeksi covid-19," kata Tan. Pemerintah memperkirakan ekonomi akan turun 4,5 persen pada 2020.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif