Unilever. Foto : AFP.
Unilever. Foto : AFP.

Gagal Akuisisi Bisnis Kesehatan, Unilever Pilih PHK 1.500 Karyawan

Ekonomi investor unilever indonesia Ekonomi Global PHK Unilever
Media Indonesia • 27 Januari 2022 10:39
Jakarta: Perusahaan multinasional yang menghasilkan barang konsumen, Unilever berencana melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) 1.500 pekerja secara global. Langkah tersebut dampak tekanan yang meningkat dari investor di Amerika Serikat dan pemegang saham lainnya untuk meningkatkan kinerjanya.
 
Mengutip Mediaindonesia.com, Kamis, 27 Januari 2022, perusahaan yang dikenal dengan merek-merek seperti sabun Dove, mayones Hellman, dan es krim Ben & Jerry's ini akan mengurangi peran manajemen seniornya sebesar 15 persen dan lebih banyak jabatan manajemen junior sebesar lima persen. Unilever, yang berkantor pusat di London, mempekerjakan 149 ribu orang di seluruh dunia, termasuk 6.000 di Inggris dan Irlandia.
 
Kepala Eksekutif Unilever Alan Jope mengaku pihaknya telah berada di bawah tekanan selama berbulan-bulan untuk menghidupkan kembali pertumbuhan penjualan karena perusahaan kehilangan target margin keuntungannya. Dalam beberapa hari terakhir terungkap aktivis investor AS Nelson Peltz telah membangun saham di perusahaan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Keputusan ini diambil setelah Unilever gagal mengambil alih unit perawatan kesehatan yang dimiliki oleh kelompok GlaxoSmithKline (GSK) dengan penawaran akuisisi senilai 50 miliar poundsterling.
 
Manajer dana Unilever Terry Smith secara blak-blakan berujar, pendiri Fundsmith dan salah satu pemegang saham utama Unilever, menggambarkan tawaran yang gagal itu sebagai "pengalaman hampir mati" dan mengatakan manajemen harus fokus pada peningkatan bisnis intinya atau memilih opsi mundur. Dia sebelumnya menyatakan Unilever telah kehilangan plot, menuduh manajemen mengejar keberlanjutan dengan mengorbankan kinerja bisnis.
 
Saat kehebohan terjadi, Unilever meluncurkan pembaruan strategi pada 17 Januari 2022 ketika mereka berjanji untuk mengembangkan bisnis kesehatan, kecantikan, dan kebersihannya. Ketika ditanya pada saat itu apakah rencana tersebut termasuk pemutusan hubungan kerja, Jope berkata hal Ini tidak didorong untuk memangkas biaya.
 
"Kami telah melihat peningkatan luar biasa dalam kecepatan dan kelincahan Unilever selama pandemi," jelas dia.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif