Foto: AFP.
Foto: AFP.

Emas Dunia Kembali Cetak Rekor Tertinggi

Ekonomi Harga Emas
Antara • 29 Juli 2020 07:28
Chicago: Harga emas melanjutkan tren penguatan, naik lagi ke rekor tertinggi baru pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Hal itu terjadi ketika pembuat kebijakan Federal Reserve AS memulai pertemuan yang diperkirakan memberikan lebih banyak stimulus moneter untuk mendukung ekonomi Amerika akibat virus korona.
 
Mengutip Antara, Rabu, 29 Juli 2020, harga kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Mercantile Exchange naik lagi USD13,6 atau 0,7 persen menjadi USD1.944,6 per ons. Emas berjangka berhasil menembus level psikologis USD1.900, melonjak USD33,5 atau 1,77 persen menjadi USD1.931 pada Senin waktu setempat (Selasa WIB).
 
Emas berjangka juga naik USD7,5 atau 0,4 persen menjadi USD1.897,5 pada Jumat, 24 Juli, setelah terangkat USD24,9 atau 1,34 persen menjadi USD1.890 pada Kamis, 23 Juli. Kemudian kembali menguat dua hari sebelumnya masing-masing USD21,2 dan USD26,5.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di pasar spot emas sempat melonjak ke rekor tertinggi USD1.980,57, tetapi harga mundur kembali sebanyak 3,7 persen karena investor melakukan aksi ambil untung dan dolar bangkit kembali.
 
"Ketika Anda mendapatkan momentum kuat masuk, Anda mendapatkan banyak spekulan yang ingin menghasilkan keuntungan cepat," kata Kepala Pedagang Global Investors AS Michael Matousek.
 
"Tidak ada yang berubah sama sekali secara fundamental, defisit dan suku bunga yang lebih rendah memicu inflasi masih akan ada di sini, jadi tidak ada alasan untuk tidak memiliki emas, sungguh," tambahnya.
 
Investor sekarang menunggu hasil pertemuan kebijakan dua hari the Fed pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB) setelah bank sentral AS mengumumkan perpanjangan beberapa fasilitas pinjaman hingga akhir tahun.
 
Saham-saham jatuh ketika paket bantuan USD1 triliun diumumkan oleh Senat AS yang dikuasai Partai Republik yang menghadapi penentangan dari keduanya, Demokrat dan Republik.
 
"Ambiguitas undang-undang triliunan dolar tentu saja positif untuk emas karena menunjukkan bahwa the Fed harus mengambil langkah-langkah yang lebih akomodatif untuk mendukung perekonomian," kata Kepala Strategi Komoditas TD Securities Bart Melek.
 
Harga emas diperkirakan naik ke USD2.300 per troy ons selama 12 bulan ke depan, kata Goldman Sachs. Kondisi ini menambahkan bahwa kekhawatiran seputar penguatan jangka panjang dolar AS sebagai mata uang cadangan telah mulai muncul.
 
Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, memantul dari terendah dua tahun tetapi tampak cenderung melemah lebih lanjut di tengah melonjaknya kasus virus jorona AS.
 
Sebuah laporan yang dirilis oleh Conference Board yang berbasis di AS menunjukkan kepercayaan konsumen turun menjadi 92,6 pada Juli dari revisi 98,3 pada Juni. Ini menandakan bahwa ekonomi AS mungkin memiliki jalan yang lebih panjang menuju pemulihan daripada yang diperkirakan. Hal itu ketika konsumen kehilangan kepercayaan pada pasar tenaga kerja dan ekonomi secara keseluruhan.

 

(ABD)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif