Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Harga Minyak Dunia Bervariasi

Ekonomi minyak mentah
Antara • 01 April 2020 08:01
New York: Harga minyak dunia bervariasi dalam perdagangan yang fluktuatif pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Hal itu terjadi karena para pedagang terus mempertimbangkan potensi dampak ekonomi dari wabah virus korona.
 
Mengutip Antara, Rabu, 1 April 2020, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, naik USD0,39 menjadi USD20,48 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei turun tipis USD0,02 menjadi USD22,74 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
Pada Senin, 30 Maret, WTI menandai penyelesaian terendah sejak Februari 2002. Harga berdasarkan minyak mentah WTI bulan depan terjun 54,2 persen selama Maret, penurunan satu bulan terbesar sejak Oktober 2008, menurut Dow Jones Market Data.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Permintaan minyak dapat turun sebanyak 20 juta barel per hari, atau 20 persen pada tahun ini, mengingat tiga miliar orang di seluruh dunia tinggal di rumah dalam penguncian (lockdown), Badan Energi Internasional memperingatkan pekan lalu.
 
Sementara itu, para pelaku pasar khawatir atas perpecahan di antara produsen minyak utama. Pasar minyak telah terperangkap antara jatuhnya permintaan secara dramatis akibat pandemi virus korona dan perang harga antara Arab Saudi dan Rusia,
 
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin, 30 Maret berbicara melalui telepon dan menyepakati pentingnya stabilitas di pasar energi global, menurut pernyataan Gedung Putih.
 
Arab Saudi dan Rusia gagal mencapai kesepakatan baru mengenai pembatasan produksi minyak, yang mengirimkan gelombang kejutan melalui pasar energi global, karena harga minyak terpuruk pada saat permintaan global telah terpukul oleh pandemi virus korona yang berkecamuk.
 
Di sisi lain, saham-saham di Wall Street ditutup lebih rendag pada akhir transaksi Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Kondisi itu terjadi di tengah penyebaran covid-19 yang cepat dan kian meluas di Amerika Serikat.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 410,32 poin atau 1,84 persen menjadi 21.917,16 poin. Indeks S&P 500 melemah 42,06 poin atau 1,60 persen menjadi 2.584,59 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup berkurang 74,05 poin atau 0,95 persen menjadi 7.700,10 poin.
 
Sebanyak 10 dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih rendah, dengan utilitas jatuh 4,02 persen, memimpin kerugian. Sedangkan, sektor energi naik 1,63 persen, satu-satunya pencetak keuntungan di antara sektor lainnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif