Foto: AFP.
Foto: AFP.

Wall Street Terhantam Lonjakan Kasus Covid-19

Ekonomi wall street
Angga Bratadharma • 08 Juli 2020 07:44
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) jatuh pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Pelemahan terjadi karena sentimen pasar terhantam oleh kebangkitan infeksi virus korona di AS, di tengah pembukaan kembali aktivitas perekonomian yang sempat terhenti.
 
Mengutip Xinhua, Rabu, 8 Juli 2020, indeks Dow Jones Industrial Average turun 396,85 poin atau 1,51 persen menjadi 25.890,18. Sedangkan S&P 500 turun 34,40 poin atau 1,08 persen menjadi 3.145,32. Indeks Komposit Nasdaq turun 89,76 poin atau 0,86 persen ke 10.343,89.
 
Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih rendah, dengan sektor energi turun 2,01 persen dan menjadi penghambat terbesar. Pergerakan saham dipengaruhi pembukaan kembali ekonomi, seperti maskapai dan jalur pelayaran, menurun di tengah meningkatnya jumlah kasus virus korona di negara ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, perusahaan Tiongkok yang terdaftar di bursa saham AS sebagian besar diperdagangkanlebih rendah. Enam dari 10 saham teratas berdasarkan indeks S&P AS 50 mengakhiri hari dengan catatan suram.
 
Pusat Sains dan Teknik Sistem di Universitas Johns Hopkins melaporkan lebih dari 2,96 juta kasus covid-19 telah dilaporkan di Amerika Serikat dengan hampir 131 ribu kematian pada Selasa sore. Meski terus melonjak, pemerintah berupaya secara kontinu menghentikan penyebaran virus mematikan itu.
 
Di sisi lain, sektor jasa Amerika Serikat mengalami rebound pada Juni setelah dua bulan berturut-turut berkontraksi. Penguatan ini karena bisnis secara bertahap mulai dibuka kembali sebagaimana dilaporkan oleh Institute for Supply Management (ISM).
 
Indeks non-manufaktur (NMI), yang mengukur kinerja sektor jasa, mencatat 57,1 persen. Angka ini 11,7 poin persentase lebih tinggi dari angka Mei, menurut Laporan ISM Non-Pabrikan tentang Bisnis terbaru.
 
"Responden tetap khawatir tentang virus korona dan kerusuhan sipil yang lebih baru. Namun, mereka sangat optimistis tentang kondisi bisnis dan ekonomi ketika bisnis mulai dibuka kembali," kata Anthony Nieves, ketua komite survei bisnis non-manufaktur ISM.
 
Seorang eksekutif bisnis dari industri akomodasi dan layanan makanan mengatakan bisnis mulai dibuka kembali dan ekonomi tampaknya berada di jalan menuju pemulihan.
 
"Ekonomi adalah alasan untuk mendorong agar bisnis dibuka kembali. Perhatian dan kesadaran terbaik masih perlu diikuti dengan hati-hati," kata eksekutif itu.
 

(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif