Foto: AFP.
Foto: AFP.

Harga Emas Dunia Cetak Rekor Tertinggi Baru

Ekonomi Harga Emas
Antara • 06 Agustus 2020 08:05
Chicago: Harga emas dunia meroket ke rekor tertinggi baru pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Kondisi itu terjadi setelah menembus level psikologis USD2.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah, karena dolar yang lebih lemah dan penurunan imbal hasil obligasi AS mendorong investor menimbun logam safe haven.
 
Mengutip Antara, Kamis, 6 Agustus 2020, kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Mercantile Exchange melonjak lagi USD28,3 atau 1,4 persen menjadi USD2.049,30 per ons. Harga emas berjangka melambung USD34,7 atau 1,75 persen menjadi USD2.021 sehari sebelumnya.
 
Sedangkan logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik sebanyak 86,2 sen atau 3,31 persen menjadi USD26,89 per ons. Serta harga platinum untuk pengiriman Oktober melonjak USD33,9 atau 3,55 persen menjadi USD989,1 per ons.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Harga emas berjangka naik tipis USD0,4 atau 0,02 persen menjadi USD1.986,3 pada Senin, 3 Agustus, setelah menguat USD19,1 atau 0,97 persen menjadi USD1.985,90 pada Jumat, 31 Juli. Kemudian harga emas rebound dari penurunan USD11,1 atau 0,57 persen menjadi USD1.942,30 pada Kamis, 30 Juli.
 
Harga emas telah melonjak 34 persen tahun ini dan merupakan salah satu aset berkinerja terbaik 2020. Investor membeli dalam jumlah besar ditopang harapan akan mempertahankan nilainya ketika pandemi virus korona membalikkan pasar.
 
Menembus di atas USD2.000 untuk pertama kalinya pada Selasa, 4 Agustus, harga emas berjangka melesat mencapai rekor tertinggi baru USD2.070,30 per ons sebelum naik 1,4 persen lebih tinggi ke level USD2.049,30.
 
Investor khawatir stimulus ekonomi yang dikeluarkan sebagai respons terhadap pandemi akan memicu inflasi yang akan menurunkan nilai aset lainnya. Pengembalian riil pada obligasi AS telah turun tajam, membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding) lebih menarik.
 
"Kami melihat kemerosotan yang sedang berlangsung dalam dolar AS, kurva imbal hasil AS semakin turun dan peningkatan ekspektasi inflasi. Ini menyiratkan bahwa di masa mendatang, hilangnya keuntungan potensial dari memegang emas akan semakin berkurang," kata Kepala Strategi Komoditas TD Securities Bart Melek.
 
Kebuntuan di Washington atas kesepakatan bantuan virus korona membantu melemahkan dolar, yang bersaing dengan emas sebagai tempat yang aman. Dolar yang lebih rendah juga membuat harga emas lebih murah bagi pembeli dengan mata uang lainnya.
 
Imbal hasil obligasi 10 tahun AS yang disesuaikan dengan inflasi turun menjadi minus 1,06 persen dari sekitar 0,1 persen pada awal tahun.
 
Emas juga mendapat dukungan ketika laporan yang dirilis oleh Automatic Data Processing Inc menunjukkan hanya 167 ribu pekerjaan ditambahkan pada Juli. Angka ini lebih lambat dari ekspektasi pasar dan jauh di bawah 3,8 juta pekerjaan yang ditambahkan pada Juni.
 
Para analis pasar mencatat bahwa ekspektasi untuk Juli lebih tinggi karena penguncian covid-19 terlihat dicabut di awal bulan sebelum munculnya kembali kasus di akhir bulan.
 
Sebuah laporan yang dirilis oleh Institute for Supply Management (ISM) pada hari yang sama menunjukkan indeks sektor jasa-jasa meningkat 58,1 persen pada Juli, lebih baik dari yang diperkirakan dan lebih tinggi dari pembacaan 57,1 pada Juni.
 
(ABD)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif