Ilustrasi. AFP PHOTO/Tolga AKMEN
Ilustrasi. AFP PHOTO/Tolga AKMEN

Indeks Acuan Saham Inggris Kembali Melemah 2,55%

Ekonomi bursa saham Ekonomi Inggris
Antara • 29 Oktober 2020 09:46
London: Saham-saham Inggris kembali berakhir lebih rendah pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), memperpanjang penurunan untuk hari ketiga berturut-turut. Indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London merosot 2,55 persen atau 146,19 poin menjadi 5.582,80.
 
Mengutip Antara, Kamis, 29 Oktober 2020, indeks FTSE 100 tergerus 1,09 persen atau 63,02 poin menjadi 5.728,99 pada Selasa, 27 Oktober. Sebelumnya terpuruk 1,17 persen atau 68,27 poin menjadi 5.792,01 pada Senin, 26 Oktober. Serta melonjak 1,29 persen atau 74,63 poin menjadi 5.860,28 pada Jumat, 23 Oktober.
 
Saham Fresnillo, perusahaan pertambangan logam mulia berbasis di Meksiko, merupakan pemain terburuk di antara saham-saham unggulan dengan harga sahamnya anjlok 6,11 persen. Diikuti oleh saham Polymetal International, perusahaan tambang logam mulia yang jatuh 5,58 persen, serta perusahaan organiser acara dan penerbitan multinasional Informa kehilangan 5,25 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Admiral Group, perusahaan asuransi kendaraan bermotor, melonjak 0,87 persen, merupakan peraih keuntungan terbesar dari saham-saham unggulan. Disusul saham perusahaan pengecer pakaian, alas kaki dan produk rumah tangga multinasional Inggris Next yang naik 0,72 persen, dan perusahaan peritel daring bahan kebutuhan pokok Ocado Group naik tipis 0,04 persen.
 
Di sisi lain, pasar saham Amerika Serikat ditutup melemah tajam pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Tekanan terjadi karena investor semakin khawatir terkait melonjaknya kasus infeksi covid-19 dan kemungkinan dampak terburuknya terhadap ekonomi.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 943,24 poin atau 3,43 persen menjadi 26.519,95. Sedangkan S&P 500 turun 119,65 poin atau 3,53 persen menjadi 3.271,03. Indeks Komposit Nasdaq merosot 426,48 poin atau 3,73 persen menjadi 11.004,87.
 
Semua 11 sektor saham utama S&P 500 tenggelam, dengan sektor teknologi dan energi masing-masing turun 4,33 persen dan 4,22 persen, memimpin penurunan. Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS diperdagangkan lebih rendah, dengan semua 10 saham teratas berdasarkan bobot di indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan suram.
 
Indeks Volatilitas Cboe, yang secara luas dianggap sebagai pengukur ketakutan terbaik di pasar saham, melonjak 20,78 persen menjadi 40,28. Pergerakan pasar saham AS yang menukik cukup tajam terjadi ketika infeksi covid-19 terus melonjak di Amerika Serikat.
 
Menurut analisis data CNBC dari Universitas Johns Hopkins, kasus harian nasional telah meningkat secara rata-rata sebanyak 71.832 selama seminggu terakhir. Lebih dari 8,8 juta kasus covid-19 telah dilaporkan di Amerika Serikat, dengan jumlah kematian mencapai 227 ribu pada Rabu sore.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif