Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Ketidakstabilan Politik Hantam Dolar AS

Ekonomi Ekonomi Amerika Dolar AS
Angga Bratadharma • 12 Januari 2021 09:47
London: Ada banyak alasan untuk bertaruh terhadap dolar Amerika Serikat (USD) saat ini termasuk memasukkan kerusuhan yang terjadi di Capitol Hill pada minggu lalu ke dalam daftar. Patut diketahui ketidakstabilan politik sering membebani mata uang di seluruh dunia, termasuk mata uang Paman Sam.
 
Bahkan, kekerasan yang dihasut oleh Presiden AS Donald Trump terhadap pendukungnya yang membuat kerusuhan di Gedung Capitol Hill guna mengganggu upaya Kongres mengesahkan kemenangan Joe Biden memicu ketidakpercayaan pada USD. Hal itu patut disayangkan mengingat mata uang Paman Sam berada di tren melemah.
 
Menurut Ahli Strategi TD Securities Ned Rumpeltin pasar mata uang sebagian besar terlihat mengalami kekacauan pada minggu lalu. "Dalam beberapa hal, daya tahan memberikan dorongan. Namun, kami tidak bisa menerima begitu saja," kata Rumpelting, dilansir dari CNN, Selasa, 12 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Eurasia Group menyebut AS yang terpecah sebagai risiko teratas untuk 2021. Presiden Eurasia Group Ian Bremmer mengatakan dinamika politik domestik, bersama dengan salah urus pandemi covid-19 di Paman Sam akan mempersulit Presiden terpilih Joe Biden untuk menegaskan kembali peran kepemimpinan global Amerika terlepas dari upaya terbaiknya.
 
"AS sejauh ini merupakan negara yang paling tidak berfungsi secara politik dan terpecah dari semua negara demokrasi industri maju di dunia," kata Bremmer.
 
Sejak melonjak selama periode gejolak pasar di Maret 2020, USD telah turun lebih dari 12 persen terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya. Konsensus di Wall Street berpandangan USD masih memiliki ruang untuk jatuh. "Bintang-bintang tampaknya sangat sejalan dengan pelemahan dolar," kata Rumpeltin.
 
Ada beberapa alasan utama mengapa USD melemah. Pendorong utama adalah keyakinan pada pemulihan global berkat peluncuran vaksin covid-19. Ketika AS dan ekonomi global menguat, USD yang merupakan mata uang safe-haven cenderung melemah.
 
Pekan lalu, bank-bank terkemuka meningkatkan perkiraan mereka untuk pertumbuhan ekonomi AS pada 2021 dengan asumsi bahwa kontrol Demokrat akan membuka jalan menuju paket stimulus lain. Harapan bahwa bank sentral AS akan mempertahankan kebijakan moneter yang sangat longgar sementara pemulihan memanas juga menjadi penyebabnya.
 
Namun, pertanyaan besarnya adalah apakah kekacauan politik akan memicu erosi jangka panjang kepercayaan terhadap dolar AS yang merupakan mata uang cadangan utama dunia. Untuk saat ini, risikonya tampaknya terlihat terbatas, sebagian karena banyaknya volume perdagangan dalam aset berdenominasi dolar.
 
Tetapi seperti yang disebutkan Grup Eurasia bahwa dominasi global dari AS menghadapi hambatan nyata. Satu buktinya Eropa baru saja menyelesaikan perjanjian investasi dengan Tiongkok, yang dirancang untuk menyeimbangkan kembali hubungan perdagangannya dengan ekonomi terbesar kedua di dunia, terlepas dari kekhawatiran AS.
 
"Masa jabatan Biden membuka era kepresidenan tanda bintang, saat penghuni Kantor Oval dipandang tidak sah oleh sekitar setengah negara. Realitas politik seperti itu tidak pernah terjadi di negara G7 lainnya, tetapi itu lah realitas demokrasi paling kuat di dunia saat ini," pungkasnya.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif