Ilustrasi. AFP PHOTO/Bryan R. Smith
Ilustrasi. AFP PHOTO/Bryan R. Smith

Wall Street Merekah

Ekonomi wall street
Angga Bratadharma • 03 Juni 2020 07:13
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) berakhir lebih tinggi pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Penguatan dapat terjadi karena Wall Street menimbang kemungkinan menormalkan kembali kegiatan ekonomi di AS meski sedang terjadi kerusuhan sipil.
 
Mengutip Xinhua, Rabu, 3 Juni 2020, indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 267,63 poin atau 1,05 persen menjadi 25.742,65. Sedangkan S&P 500 naik 25,09 poin atau 0,82 persen menjadi 3.080,82. Sementara indeks Komposit Nasdaq meningkat sebanyak 56,33 poin atau 0,59 persen menjadi 9.608,37.
 
Semua 11 sektor utana S&P 500 mengalami reli, dengan sektor energi dan material masing-masing naik 2,65 persen dan 1,76 persen. Sedangkan protes dan kerusuhan berlanjut di kota-kota di seluruh Amerika Serikat atas kematian orang Afrika-Amerika, George Floyd.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Investor memantau dengan seksama bahwa kerusuhan nasional juga dapat menyebabkan luka ekonomi yang abadi, para ahli mencatat. Tentu investor berharap pemulihan ekonomi bisa segera terjadi dan nantinya memberi efek positif terhadap gerak pasar saham.
 
"Kekuatan ekonomi bangkit kembali tergantung pada menjaga ketakutan serendah mungkin. Ketakutan kemungkinan akan tetap tinggi di seluruh spektrum politik, sementara ini terus berlanjut," kata Analis UBS dalam sebuah catatan.
 
Sementara itu, Kepala Kepolisian Houston, Texas, Art Acevedo meminta Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk tutup mulut. Dia merasa pernyataan Trump hanya akan menyulut amarah warga lebih besar lagi dalam demonstrasi yang sudah sepekan terjadi di Negeri Paman Sam.
 
"Kepada Presiden AS atas nama seluruh polisi di negara ini, saya harap jika Anda tidak memiliki sesuatu (pernyataan) yang konstruktif, lebih baik Anda tutup mulut," katanya.
 
Pernyataan ini disampaikan Acevedo setelah Trump memberikan komentar mengenai kinerja para gubernur di AS dalam menangani demo. Trump menganggap para gubernur di berbagai negara bagian AS sangat lemah dalam menghadapi para pengunjuk rasa.
 
Trump, dalam rekaman percakapan yang bocor, meminta para gubernur untuk mendominasi keadaan dan juga para pedemo. Acevedo menilai pernyataan sang presiden hanya memperkeruh keadaan. "Ini bukan soal mendominasi, tapi bagaimana caranya kita memenangkan hati dan pikiran mereka. Caranya hanya dengan cinta dan pendekatan, bukan dominasi," tutur Acevedo.
 
"Jika Anda tidak punya sesuatu untuk dikatakan, lebih baik diam. Ini adalah sikap dasar kepemimpinan, dan saat ini Amerika membutuhkan sifat itu dari presiden," pungkasnya.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif