Ilustrasi. AFP PHOTO/Bryan R. Smith
Ilustrasi. AFP PHOTO/Bryan R. Smith

Aksi Jual Saham Teknologi Buat Wall Street Rontok

Ekonomi Wall Street
Angga Bratadharma • 11 September 2020 07:25
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) melemah tajam pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Tekanan terhadap bursa saham Wall Street terjadi lantaran sektor teknologi kehilangan momentum untuk terus menguat.
 
Mengutip Xinhua, Jumat, 11 September 2020, indeks Dow Jones Industrial Average turun 405,89 poin atau 1,45 persen menjadi 27.534,58. Sedangkan S&P 500 turun 59,77 poin atau 1,76 persen menjadi 3.339,19. Indeks Komposit Nasdaq merosot 221,97 poin atau 1,99 persen menjadi 10.919,59.
 
Tiga indeks utama diperdagangkan dengan catatan optimistis pada hari sebelumnya dengan indeks 30 saham naik lebih dari 200 poin. Saham raksasa teknologi AS, atau yang disebut grup FAANG yakni Facebook, Apple, Amazon, Netflix, dan Google-parent Alphabet, semuanya ditutup lebih rendah. Sektor teknologi S&P 500 merosot 2,28 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS diperdagangkan lebih rendah, dengan semua 10 saham teratas berdasarkan bobot di indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan suram.
 
Pergerakan tersebut mengikuti reli pasar yang dipimpin sektor teknologi pada Rabu waktu setempat yang melihat indeks Dow ditutup naik lebih dari 400 poin, karena Wall Street mencoba untuk pulih dari aksi jual berat tiga hari.
 
"Kemunduran ini sekarang masih harus dilihat, tetapi volatilitas kemungkinan akan bertahan untuk beberapa saat lagi," kata Wakil Presiden Eksekutif Zacks Investment Research Kevin Matras.
 
Sentimen pasar juga berubah suram di tengah angka klaim pengangguran AS yang mengecewakan. Departemen Tenaga Kerja melaporkan klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, tercatat 884 ribu dalam pekan yang berakhir 5 September, tidak berubah dari level revisi pekan sebelumnya.
 
Sementara itu, Pemerintahan Presiden AS Donald Trump sedang mempertimbangkan larangan pada beberapa atau semua produk yang dibuat dengan kapas dari wilayah Xinjiang di Tiongkok atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia. Pelarangan potensial, yang dapat diumumkan secepatnya, muncul di tengah laporan penggunaan kerja paksa pada minoritas Muslim di Xinjiang.
 
Namun masih tidak jelas apakah itu akan mencakup produk yang mengandung kapas dari Xinjiang yang dikirim dari negara lain. Tetapi wilayah tersebut digunakan oleh merek pakaian global utama sebagai sumber kapas dan tekstil lainnya. Tindakan tersebut akan dikeluarkan oleh Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif