Ilustrasi. AFP PHOTO/Bryan R. Smith
Ilustrasi. AFP PHOTO/Bryan R. Smith

Indeks Dow dan S&P Kompak Menghijau

Ekonomi Wall Street
Angga Bratadharma • 28 Agustus 2020 07:41
New York: Rata-rata indeks utama Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Kondisi itu terjadi karena para investor meneliti strategi kebijakan baru Federal Reserve AS tentang inflasi dan sejumlah data ekonomi utama.
 
Mengutip Xinhua, Jumat, 28 Agustus 2020, indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 160,35 poin atau 0,57 persen menjadi 28.492,27. Sedangkan S&P 500 naik 5,82 poin atau 0,17 persen menjadi 3.484,55. Kemudian indeks Komposit Nasdaq turun 39,72 poin atau 0,34 persen menjadi 11.625,34.
 
Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 naik, dengan sektor keuangan dan real estat masing-masing naik 1,7 persen dan 1,4 persen. Sektor layanan komunikasi merosot 1,3 persen, kelompok dengan kinerja terburuk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih rendah, dengan delapan dari 10 saham teratas berdasarkan bobot dalam indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan suram.
 
Ketua Fed Jerome Powell mengumumkan bahwa bank sentral akan berusaha mencapai inflasi rata-rata dua persen dari waktu ke waktu, strategi baru untuk melaksanakan kebijakan moneter guna membantu memerangi pandemi covid-19 dan meningkatkan pemulihan ekonomi.
 
"Oleh karena itu, setelah periode ketika inflasi telah berjalan di bawah dua persen, kebijakan moneter yang sesuai kemungkinan akan bertujuan untuk mencapai inflasi di atas dua persen untuk beberapa waktu," kata Powell, dalam sambutannya pada konferensi penelitian tahunan Jackson Hole di Kansas City Fed.
 
"Ini adalah perubahan halus, dilakukan karena cara lama dalam melakukan kebijakan tidak berhasil. Rra kebijakan moneter preemptive telah berakhir," kata Chris Low, kepala ekonom di FHN Financial, dalam sebuah catatan.
 
Di sisi data, ekonomi AS berkontraksi pada tingkat tahunan sebesar 31,7 persen pada kuartal kedua di tengah meningkatnya dampak covid-19, Departemen Perdagangan AS merevisi laporannya, dari sebelumnya di tingkat 32,9 persen.
 
Selain itu, klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, mencapai 1 juta pada pekan yang berakhir 22 Agustus, menyusul klaim 1,1 juta pada pekan sebelumnya, kata Departemen Tenaga Kerja. Angka tersebut secara kasar sejalan dengan ekspektasi pasar.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif