Foto: AFP.
Foto: AFP.

Harga Minyak Naik Jelang Rilis Data Stok AS

Ekonomi Minyak Mentah
Angga Bratadharma • 05 Agustus 2020 08:08
New York: Harga minyak dunia naik pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Penguatan terjadi karena pelaku pasar menunggu pengumuman data stok minyak mentah AS dengan pandemi covid-19 masih menjadi persoalan yang menekan permintaan pasar minyak dunia.
 
Mengutip Xinhua, Rabu, 5 Agustus 2020, harga minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman September naik 69 sen menjadi USD41,70 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober naik 28 sen menjadi USD44,43 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
Administrasi Informasi Energi AS akan merilis laporan status perminyakan mingguannya pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Analis yang disurvei oleh S&P Global Platts memperkirakan persediaan minyak mentah AS akan menurun 4,1 juta barel.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, bulan lalu, Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+ memutuskan untuk mengurangi kembali rekor pengurangan produksi mereka menjadi 7,7 juta barel per hari mulai Agustus. Langkah itu diharapkan bisa menjaga stabilitas pasar minyak.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat berakhir lebih tinggi pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), didukung oleh kenaikan kuat di sektor energi. Meski demikian, pandemi covid-19 masih membayang-bayangi pergerakan bursa saham Wall Street.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 164,07 poin atau 0,62 persen menjadi 26.828,47. Sedangkan S&P 500 meningkat 11,90 poin atau 0,36 persen menjadi 3.306,51. Indeks Komposit Nasdaq naik 38,37 poin atau 0,35 persen menjadi 10.941,17.
 
Saham raksasa energi AS, Exxon Mobil, dan Chevron masing-masing naik 2,89 persen dan 1,98 persen, berkontribusi pada kenaikan pasar saham. Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih tinggi. Sektor energi naik 2,45 persen, melampaui sektor lainnya. Namun, sektor keuangan dan perawatan kesehatan mengalami kesulitan.
 
Sementara itu, perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkanlebih tinggi, dengan tujuh dari 10 saham teratas berdasarkan indeks S&P AS 50 mengakhiri hari dengan catatan optimistis. Pergerakan itu terjadi ketika para investor mengamati negosiasi RUU AS Bantuan Covid-19 yang sedang berlangsung di Washington.
 
Perselisihan berlanjut karena anggota parlemen AS belum menyelesaikan perbedaan mereka mengenai ukuran dan cakupan RUU bantuan. Penghitungan Universitas Johns Hopkins mencatat lebih dari 4,75 juta kasus covid-19 dikonfirmasi telah dilaporkan di Amerika Serikat, dengan lebih dari 156 ribu kematian hingga Selasa sore.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif