Ilustrasi. FOTO: AFP/PAUL J RICHARDS
Ilustrasi. FOTO: AFP/PAUL J RICHARDS

Dolar AS Unjuk Kekuatan di Tengah Lonjakan Covid-19

Ekonomi Virus Korona Ekonomi Amerika Dolar AS
Angga Bratadharma • 21 November 2020 09:31
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) menguat tipis pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena pelaku pasar mengukur dampak ekonomi dari melonjaknya infeksi covid-19. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,10 persen menjadi 92,3926.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 21 November 2020, pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1857 dari USD1,1875 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris naik menjadi USD1,3278 dari USD1,3252 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7311 dari USD0,7287.
 
Sedangkan dolar AS dibeli 103,82 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 103,80 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9115 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9105 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3094 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3065 dolar Kanada.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat tergelincir pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Tekanan menerpa bursa saham Wall Street karena investor semakin khawatir atas kasus infeksi covid-19 yang terus melonjak di negara Paman sam.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 219,75 poin atau 0,75 persen menjadi berakhir pada 29.263,48. Kemudian S&P 500 turun 24,33 poin atau 0,68 persen menjadi 3.557,54. Indeks Komposit Nasdaq turun 49,74 poin atau 0,42 persen menjadi 11.854,97.
 
Sebanyak 10 dari 11 sektor utama S&P 500 melemah, dengan sektor teknologi turun 1,05 persen, memimpin ketertinggalan. Sedangkan sektor utilitas naik 0,05 persen, satu-satunya kelompok yang memperoleh keuntungan. Investor khawatir bahwa lonjakan kasus virus korona AS yang berkelanjutan dapat mengancam pemulihan ekonomi.
 
Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih tinggi, dengan enam dari 10 saham teratas berdasarkan bobot dalam indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan optimistis.
 
Menurut analisis data CNBC yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins Amerika Serikat mencatat rekor 187.833 kasus baru pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), mendorong rata-rata tujuh hari infeksi baru setiap hari menjadi 165.029 atau sekitar 24 persen lebih tinggi dari seminggu yang lalu.
 
Amerika Serikat telah melaporkan total 11,8 juta kasus lebih dengan jumlah kematian akibat penyakit tersebut melebihi 253 ribu pada Jumat sore. Wall Street juga fokus pada ketidaksepakatan antara Departemen Keuangan AS dan the Fed mengenai kelanjutan pendanaan untuk beberapa program darurat yang ditetapkan selama hari-hari awal krisis virus korona.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif