Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva. Foto: AFP/Nicholas Kamm.
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva. Foto: AFP/Nicholas Kamm.

IMF: Ekonomi Digital Tiongkok Melaju Kencang

Ekonomi IMF ekonomi china Ekonomi Digital
Ade Hapsari Lestarini • 21 April 2021 08:25
Washington: Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva mengatakan Tiongkok telah membuat langkah besar dalam membentuk kembali ekonominya sendiri berdasarkan teknologi.
 
Menurut Georgieva, sekarang, pasar negara berkembang lainnya juga mengikuti jejak Tiongkok mendorong ekonomi digital mereka. Demikian dilansir dari Xinhua, Rabu, 21 April 2021.
 
Dalam sambutannya pada upacara pembukaan Boao Forum for Asia Annual Conference, Georgieva menyoroti tiga perubahan global utama, termasuk transformasi digital yang dipercepat oleh pandemi covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di antara negara-negara yang memiliki sektor teknologi informasi dan komunikasi terbesar menurut pangsa Produk Domestik Bruto (PDB), 13 dari 30 negara teratas berada di negara berkembang.
 
"Untuk lebih memanfaatkan peluang ini, pemerintah harus meningkatkan investasi publik yang cerdas -terutama dalam keterampilan dan infrastruktur digital untuk membangun tenaga kerja abad ke-21," jelasnya.
 
Perubahan global besar lainnya, tambah dia, adalah pergeseran dari resesi yang dalam ke pemulihan ekonomi.
 
Perkiraan IMF terbaru menempatkan pertumbuhan global pada levek enam persen tahun ini dan 4,4 persen pada 2022. Proyeksi ini berkat intervensi luar biasa oleh pemerintah, dan didorong oleh prospek perluasan vaksinasi.
 
"Namun demikian, kita tidak boleh menerima pemulihan begitu saja, karena ada divergensi berbahaya dalam kekayaan ekonomi antar dan di dalam negara," katanya, seraya menambahkan bahwa rumah tangga yang rentan dan perusahaan yang layak akan membutuhkan dukungan terus selama krisis berlanjut.
 
"Saat pemulihan berlangsung, pemerintah dapat secara bertahap mengurangi program dukungan -tetapi meningkatkan subsidi yang ditargetkan dan pelatihan ulang," tambahnya.
 
Perubahan besar ketiga adalah poros menuju pertumbuhan rendah karbon dan tangguh dalam menanggapi perubahan iklim. Dia pun menyambut baik komitmen Tiongkok untuk mencapai nol-bersih pada 2060.
 
Menurut analisis IMF, dorongan infrastruktur hijau yang terkoordinasi dikombinasikan dengan penetapan harga karbon dapat meningkatkan PDB global dalam 15 tahun ke depan sebesar 0,7 persen per tahun, dan menciptakan jutaan pekerjaan.
 
"Dalam kondisi dunia yang berubah, satu hal tetap konstan, yakni pentingnya solidaritas antarnegara," kata Georgieva.
 
Dia menjelaskan, hal ini telah menjadi ciri utama krisis -tidak hanya langkah-langkah fiskal dan moneter yang luar biasa, tetapi juga inisiatif seperti kerangka umum untuk penyelesaian utang yang teratur, yang disetujui oleh Kelompok 20, dan kemungkinan alokasi Hak Penarikan Khusus baru sejumlah USD650 miliar dari IMF.
 
"Dengan lebih memperkuat kerja sama global semacam ini, kita bisa mengubah dunia perubahan menjadi dunia yang penuh peluang untuk semua," pungkasnya.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif