Ilustrasi. AFP PHOTO/GREG BAKER
Ilustrasi. AFP PHOTO/GREG BAKER

Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok Diramal Melambat di Kuartal IV-2021

Ekonomi ekonomi china Tiongkok covid-19
Angga Bratadharma • 17 Januari 2022 09:01
Beijing: Ekonomi Tiongkok kemungkinan tumbuh pada laju paling lambat dalam satu setengah tahun pada kuartal keempat 2021. Kondisi itu terseret permintaan yang lebih lemah karena adanya penurunan di sektor properti, pembatasan utang, dan langkah-langkah ketat untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19.
 
Kesemua persoalan itu pada akhirnya meningkatkan tekanan kepada para pembuat kebijakan untuk mengeluarkan lebih banyak langkah pelonggaran. Diperkirakan Produk Domestik Bruto (PDB) Tiongkok tumbuh 3,6 persen pada Oktober hingga Desember 2021 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
 
"Laju terlemah sejak kuartal kedua 2020 dan melambat dari 4,9 persen pada kuartal ketiga," ungkap jajak pendapat, dilansir dari Channel News Asia, Senin, 17 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada basis triwulanan, pertumbuhan diperkirakan naik menjadi 1,1 persen pada kuartal keempat dari 0,2 persen pada Juli hingga September. Untuk 2021, PDB kemungkinan meningkat delapan persen, yang akan menjadi pertumbuhan tahunan tertinggi dalam satu dekade, sebagian karena basis rendah yang ditetapkan pada 2020, ketika ekonomi dihantam covid-19.
 
Pemerintah akan merilis data PDB, bersama dengan data aktivitas Desember, pada Senin waktu setempat. Ekonomi terbesar kedua di dunia, yang mendingin selama tahun lalu, menghadapi banyak tantangan pada 2022, termasuk pelemahan properti yang terus-menerus dan tantangan baru dari penyebaran lokal varian Omicron yang sangat menular baru-baru ini.
 
Ekspor, yang merupakan salah satu dari sedikit area kekuatan pada 2021, juga diperkirakan akan melambat, sementara pemerintah terlihat terus menekan emisi industri. Pembuat kebijakan telah berjanji untuk mencegah perlambatan yang lebih tajam, menjelang Kongres Partai Komunis utama akhir tahun ini.
 
Bank sentral Tiongkok diatur untuk mengungkap lebih banyak langkah pelonggaran, meskipun kemungkinan lebih suka menyuntikkan lebih banyak uang tunai ke dalam ekonomi daripada memotong suku bunga terlalu agresif, ungkap sumber kebijakan dan ekonom.
 
Analis yang disurvei memperkirakan bank sentral Tiongkok akan memberikan langkah-langkah pelonggaran yang lebih sederhana, termasuk memotong rasio persyaratan cadangan bank dan suku bunga pinjaman satu tahun atau suku bunga pinjaman acuan.
 
Analis ANZ mengatakan dalam sebuah catatan bahwa mereka melihat kemungkinan bahwa bank sentral akan memangkas suku bunga pada fasilitas pinjaman jangka menengah pada Senin waktu setempat. Pembuat kebijakan juga telah berjanji meningkatkan dukungan fiskal bagi perekonomian dan mempercepat penerbitan obligasi khusus pemerintah daerah.
 
"Kita mungkin melihat efek yang lebih besar dari pelonggaran moneter dan fiskal hanya pada paruh kedua 2022 karena kelambatan transmisi kebijakan ini," pungkas Analis Natixis.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif