NEWSTICKER
Ilustrasi. FOTO: AFP/PAUL J RICHARDS
Ilustrasi. FOTO: AFP/PAUL J RICHARDS

Kebijakan Suku Bunga Fed Gagal Angkat Dolar AS

Ekonomi dolar as
Antara • 17 Maret 2020 09:32
New York: Kurs dolar AS jatuh terhadap mata uang utama dunia lainnya pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), ketika investor yang khawatir tentang penyebaran wabah virus korona meninggalkan aset-aset berisiko. Bahkan setelah Federal Reserve AS menurunkan suku bunganya mendekati nol dan meluncurkan putaran baru pelonggaran kuantitatif.
 
Mengutip Antara, Selasa, 17 Maret 2020, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,70 persen menjadi 98,0821 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1168 dari USD1,1066 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2234 dari USD1,2305 pada sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia jatuh ke USD0,6126 dibandingkan dengan USD0,6141. Dolar AS dibeli 106,15 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 108,15 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9470 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9554 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3980 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3926 dolar Kanada.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam pengumuman yang mengejutkan, Federal Reserve AS pada Minggu 16 Maret memangkas suku bunga acuannya sebesar 100 basis poin menjadi mendekati nol dan berjanji untuk meningkatkan kepemilikan obligasi setidaknya USD700 miliar di tengah meningkatnya kekhawatiran atas wabah covid-19.
 
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), komite pembuat kebijakan Fed, memutuskan untuk menurunkan kisaran target suku bunga dana federal menjadi 0-0,25 persen. Pemotongan 100 basis poin datang hanya kurang dari dua minggu setelah langkah antarpertemuan sebelumnya, yang memangkas suku bunga acuan sebesar 50 basis poin, gagal menenangkan kegelisahan pasar.
 
"Yang dibutuhkan adalah dukungan lebih langsung ke industri yang terkena langsung oleh virus. Itu hanya dapat disediakan oleh kebijakan fiskal, dan pemerintah belum menunjukkan reaksi cepat yang sama dengan yang dimiliki bank sentral," kata Kepala Penelitian Investasi BDSwiss Group Marshall Gittler.
 
Para pemimpin negara-negara kaya Kelompok Tujuh (G7) mengatakan mereka berkomitmen untuk melakukan apapun yang diperlukan untuk memerangi pandemi virus korona dan untuk bekerja sama lebih dekat untuk melindungi kesehatan masyarakat, pekerjaan dan pertumbuhan.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif