Ilustrasi. FOTO: Pando
Ilustrasi. FOTO: Pando

Wall Street Kembali Bergairah, Dow Melesat 1.351 Poin

Ekonomi wall street
Antara • 27 Maret 2020 07:13
New York: Saham-saham di Wall Street menguat signifikan pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), dengan Dow melonjak lebih dari 1.300 poin. Hal itu terjadi meskipun terjadi rekor lonjakan mingguan jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran karena wabah virus korona.
 
Mengutip Antara, Jumat, 27 Maret 2020, indeks Dow Jones Industrial Average melambung 1.351,62 poin atau 6,38 persen menjadi 22.552,17 poin. Indeks S&P 500 bertambah 154,51 poin atau 6,24 persen menjadi 2.630,07 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup menguat 413,24 poin atau 5,60 persen menjadi 7.797,54 poin.
 
Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih tinggi, dengan utilitas melompat naik 8,39 persen, mewakili kelompok berkinerja terbaik. Reli pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB) mengikuti kemenangan beruntun dua hari pertama sejak Februari untuk S&P 500 dan Dow.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dow Jones berakhir naik 21 persen dari level terendahnya Senin, 23 Maret, membangun pasar bullish, menurut definisi yang banyak digunakan. Ini adalah kenaikan persentase tiga hari terkuat Indeks Dow sejak 1931.
 
Seperti halnya Dow, Indeks S&P 500 mencatat kenaikan hari ketiga berturut-turut untuk pertama kalinya sejak pertengahan Februari. Sejak Senin 23 Maret, S&P 500 telah melonjak sekitar 17 persen, meskipun tetap turun 22 persen dari rekor tertinggi 19 Februari.
 
Klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, mencapai 3.283.000 dalam pekan yang berakhir 21 Maret, meningkat 3.001.000 dari tingkat direvisi pekan sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja melaporkan. Para analis memperkirakan untuk kenaikan 1,64 juta klaim.
 
"Jumlah orang yang mengajukan klaim pekan lalu adalah indikasi dari tingkat goncangan terhadap ekonomi," kata Kepala Ekonom FHN Financial Chris Low dalam, seraya menambahkan jumlah itu menggambarkan sebagian kecil kerusakan, ketika sejumlah signifikan orang tidak dapat mengajukan karena sistem kewalahan.
 
Paket stimulus besar virus korona yang disahkan oleh Senat AS membantu meningkatkan sentimen pasar. Senat pada Rabu malam, 25 Maret meloloskan paket stimulus USD2 triliun untuk membantu menopang kejatuhan ekonomi akibat covid-19, setelah putaran negosiasi antara Demokrat dan Republik.
 
Harapan tinggi bahwa DPR akan meloloskan langkah stimulus untuk mendukung industri tertekan, termasuk maskapai penerbangan, setelah Senat menyelesaikan proposal.
 
Ini akan membanjiri negara dengan uang tunai dalam upaya membendung dampak ekonomi yang menghancurkan dari pandemi yang semakin intensif, yang telah menewaskan sekitar 1.000 dan menginfeksi hampir 70 ribu orang di Amerika Serikat.
 
Menambah sentimen optimistis, Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell mengatakan bank sentral siap bertindak agresif untuk menopang kredit di pasar di atas pelonggaran kebijakan belum pernah terjadi sebelumnya diumumkan pada Senin, 23 Maret.
 
"Dia mengatakan the Fed tidak akan kehabisan amunisi dan bahwa komite masih memiliki ruang kebijakan untuk tindakan lebih lanjut," kata Analis Pasar Senior JFD Group Charalambos Pissouros, di Siprus.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif