Ilustrasi. FOTO: AFP/PATRICK HERTZOG
Ilustrasi. FOTO: AFP/PATRICK HERTZOG

Emas Dunia Merekah di Tengah Kenaikan Kasus Covid-19

Ekonomi Harga Emas ekonomi dunia
Angga Bratadharma • 16 Oktober 2020 07:35
Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange naik pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), karena kasus covid-19 melonjak di Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Kontrak emas teraktif untuk pengiriman Desember naik USD1,6 atau 0,08 persen menjadi USD1.908,9 per ons.
 
Mengutip Xinhua, Jumat, 16 Oktober 2020, meningkatnya kasus covid-19 memicu lebih banyak penguncian di Amerika Serikat dan Eropa, sehingga mendorong investor berinvestasi emas. Ada ketidakpastian yang signifikan terkait Pemilu AS yang akhirnya mengarahkan investor ke logam mulia, yang menaikkan harga.
 
Pertumbuhan emas agak dibatasi karena indeks dolar AS menguat. Serta laporan dari Federal Reserve Philadelphia yang menempatkan pembacaan indeks manufaktur di level 32,3 pada Oktober, lebih baik dari yang diharapkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun perak untuk pengiriman Desember turun 17,1 sen atau 0,7 persen menjadi USD24,224 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Januari turun sebanyak USD2,1 atau 0,24 persen menjadi USD861,3 per ons.
 
Di sisi lain, indeks utama di bursa saham Wall Street ditutup lebih rendah pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Tekanan terjadi karena investor cemas dengan ketidakpastian terkait negosiasi stimulus paket bantuan covid-19 yang baru.
 
Indeks dow Jones Industrial Average turun 19,80 poin atau 0,07 persen menjadi 28.494,20. Sedangkan S&P 500 turun sebanyak 5,33 poin atau 0,15 persen menjadi 3.483,34. Kemudian indeks Komposit Nasdaq turun 54,86 poin atau 0,47 persen menjadi 11.713,87 poin.
 
Sebanyak lima dari 11 sektor utama S&P 500 turun, dengan sektor perawatan kesehatan turun 0,72 persen, memimpin kelompok penurunan. Sedangkan sektor energi naik sebanyak 1,17 persen, kelompok dengan kinerja terbaik.
 
Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih rendah, dengan delapan dari 10 saham teratas menurut bobot di indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan suram. Investor semakin khawatir atas ketidakpastian nasib kesepakatan stimulus virus korona AS.
 
"Tampaknya tidak mungkin kita akan mendapatkan (stimulus baru berupa bantuan covid-19) sebelum pemilihan (presiden)," kata Analis Zacks Investment Research Kevin Matras.
 
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan jumlah klaim pengangguran AS lebih buruk dari perkiraan juga membebani pasar. Klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, meningkat 53 ribu menjadi 898 ribu dalam pekan yang berakhir 10 Oktober. Ekonom yang disurvei oleh MarketWatch memperkirakan klaim baru jatuh di level 825 ribu.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif