PM Australia Scott Morrison FOTO: Ian Forsyth/POOL/AFP
PM Australia Scott Morrison FOTO: Ian Forsyth/POOL/AFP

Catat Kematian Pertama Akibat Omicron, Australia Ngotot Buka Kembali Pembatasan

Ekonomi Australia covid-19 Omicron Varian Omicron
Angga Bratadharma • 28 Desember 2021 12:02
Sydney: Australia melaporkan adanya kematian pertama yang dikonfirmasi dari varian baru covid-19 yang bernama Omicron di tengah lonjakan infeksi harian. Kendati demikian, pihak berwenang tetap menahan diri untuk tidak memberlakukan pembatasan baru dengan mengatakan tingkat rawat inap tetap rendah.
 
Kematian, seorang pria berusia 80-an dengan kondisi kesehatan yang mendasarinya, menandai tonggak sejarah yang suram bagi negara yang harus menghentikan beberapa bagian dari pembukaan kembali secara bertahap. Hal itu setelah hampir dua tahun penguncian karena munculnya wabah baru.
 
Omicron, yang menurut para ahli kesehatan tampak lebih menular tetapi kurang ganas daripada jenis sebelumnya, mulai menyebar di Australia tepat ketika negara itu mencabut pembatasan di sebagian besar perbatasan domestik dan memungkinkan warga Australia kembali dari luar negeri tanpa karantina. Namun hal itu mendorong jumlah kasus covid ke level tertinggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski demikian, pihak berwenang tidak memberikan rincian tambahan tentang kematian pria tersebut yang terinfeksi Omicron, kecuali hanya mengatakan bahwa pria itu tertular virus di fasilitas perawatan lanjut usia dan meninggal di rumah sakit Sydney.
 
"Ini adalah kematian pertama yang diketahui di New South Wales (negara bagian) terkait dengan varian Omicron yang menjadi perhatian," kata Ahli Epidemiologi Kesehatan NSW Christine Selvey, dilansir dari The Business Times, Selasa, 28 Desember 2021.
 
Pihak berwenang Australia sejauh ini menolak kembalinya penguncian dalam menghadapi lonjakan jumlah kasus tetapi telah memberlakukan kembali beberapa pembatasan. Meski demikian, banyak negara bagian mengembalikan wajib mengenakan masker di tempat-tempat umum dalam ruangan.
 
Di sisi lain, Australia menyumbangkan sekitar 10 juta vaksin covid-19 untuk negara-negara anggota ASEAN. Mereka juga menawarkan bantuan dana sebesar 124 juta dolar Australia (setara Rp1,32 triliun) untuk kawasan. Bantuan diberikan di tengah upaya Negeri Kanguru memperkuat hubungan dengan negara-negara di Asia Tenggara.
 
Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengumumkan bantuan tersebut dalam pertemuan KTT ASEAN-Australia yang digelar secara virtual. "ASEAN berada di pusat Indo-Pasifik, dan kami terus mendukung melalui kata-kata serta tindakan," pungkas Morrison.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif