Ilustrasi. FOTO: TED ALJIBE/AFP
Ilustrasi. FOTO: TED ALJIBE/AFP

Investor Cermati Rilis Data Ekonomi, Dolar AS Menguat

Ekonomi ekonomi amerika Dolar AS
Angga Bratadharma • 31 Oktober 2020 10:30
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) menguat pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena pelaku pasar mencerna banyak data ekonomi. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,10 persen menjadi 94,0412.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 31 Oktober 2020, pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1644 dari USD1,1671 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris naik menjadi USD1,2956 dari USD1,2927 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7028 dibandingkan dengan USD0,7026.
 
Dolar AS dibeli 104,67 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 104,66 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9170 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9158 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3317 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3324 dolar Kanada.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi data, Departemen Perdagangan melaporkan, pengeluaran konsumsi pribadi AS meningkat 1,4 persen pada September dan pendapatan pribadi naik 0,9 persen. "Kabar baiknya adalah pertumbuhan pendapatan dan pertumbuhan belanja yang kuat pada September," kata Kepala Ekonom FHN Financial Chris Low, dalam sebuah catatan.
 
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat ditutup lebih rendah pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena penurunan tajam di sektor teknologi membebani pasar. Investor juga masih khawatir dengan lonjakan tajam kasus covid-19 karena berimplikasi terhadap perekonomian.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 157,51 poin atau 0,59 persen menjadi 26.501,60. Kemudian S&P 500 turun sebanyak 40,15 poin atau 1,21 persen menjadi 3.269,96. Sedangkan indeks Komposit Nasdaq merosot 274,00 poin atau 2,45 persen menjadi 10.911,59.
 
Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 bergerak lebih rendah, dengan sektor konsumen dan teknologi turun masing-masing tiga persen dan 2,44 persen, memimpin pelemahan. Saham Apple turun 5,6 persen setelah perusahaan melaporkan penurunan penjualan iPhone di kuartal III-2020 dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.
 
Saham Amazon turun 5,45 persen meskipun perusahaan memperoleh hasil kuartal ketiga yang kuat. Saham raksasa teknologi lain seperti Facebook dan Netflix juga kesulitan untuk menguat. Alhasil kondisi ini membebani bursa saham AS yang harus berakhir di zona merah.
 
"Pasar lebih fokus pada pendapatan perusahaan teknologi besar yang relatif berhati-hati, dengan kebanyakan dari mereka mengutip risiko pandemi atau mencatat lingkungan operasi yang tidak pasti," kata Analis UBS dalam sebuah catatan.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif