Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Harga Minyak Dunia Naik di Tengah Gangguan Produksi

Ekonomi Minyak Mentah
Angga Bratadharma • 09 Oktober 2020 08:01
New York: Harga minyak dunia naik pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Penguatan terjadi karena para pedagang semakin khawatir atas gangguan produksi di Teluk Meksiko akibat Badai Delta dan di Laut Utara karena pemogokan di industri minyak Norwegia.
 
Mengutip Xinhua, Jumat, 9 Oktober 2020, West Texas Intermediate untuk pengiriman November naik USD1,24 menjadi USD41,19 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember naik USD1,35 menjadi USD43,34 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
"Harga pulih setelah kemunduran di sesi sebelumnya. Ini karena masalah di sisi pasokan tidak dapat lagi diabaikan. Badai Delta menyebabkan penghentian pasokan besar-besaran di Teluk Meksiko dan pemogokan di Norwegia juga mengancam produksi minyak di Laut Utara," kata Analis Energi Commerzbank Research Carsten Fritsch.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada Rabu waktu setempat, lebih dari 90 persen produksi minyak Teluk dan hampir 62 persen produksi gas alam ditutup karena badai yang melanda Teluk Meksiko, menurut perkiraan Biro Keselamatan dan Penegakan Lingkungan AS.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat ditutup lebih tinggi pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), didukung oleh keuntungan yang solid di sektor energi. Meski demikian, para investor tetap memperhatikan perkembangan pembahasan stimulus tambahan bantuan covid-19.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 122,05 poin atau 0,43 persen menjadi 28.425,51. S&P 500 naik 27,38 poin atau 0,80 persen menjadi 3.446,83. Indeks Komposit Nasdaq naik 56,38 poin atau 0,50 persen menjadi 11.420,98. Semua 11 sektor utama S&P 500 menguat, dengan energi naik 3,78 persen, memimpin kenaikan.
 
Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih tinggi, dengan tujuh dari 10 saham teratas berdasarkan bobot dalam indeks 50 Tiongkok yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan optimistis.
 
Investor menunggu lebih banyak petunjuk tentang tambahan stimulus AS terkait bantuan covid-19. Presiden AS Donald Trump mendesak Kongres menyetujui dukungan untuk bantuan kepada maskapai penerbangan dan langkah-langkah stimulus lainnya, yang sebelumnya membatalkan pembicaraan mengenai bantuan covid-19 dengan Demokrat hingga setelah pemilihan.
 
Wall Street juga mencerna data klaim pengangguran AS yang baru dirilis. Departemen Tenaga Kerja melaporkan klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, berada di 840 ribu dalam pekan yang berakhir 3 Oktober, menyusul 849 ribu yang direvisi naik pada pekan sebelumnya.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif