Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Kemilau Emas Dunia Susut Usai Pembahasan Stimulus AS Dihentikan

Ekonomi Harga Emas ekonomi dunia
Angga Bratadharma • 08 Oktober 2020 08:01
Chicago: Harga emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange jatuh pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Penyebabnya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghentikan pembicaraan stimulus hingga setelah Pemilihan Presiden (Pilpres) pada November 2020.
 
Mengutip Xinhua, Kamis, 8 Oktober 2020, kontrak emas teraktif untuk pengiriman Desember turun USD18 atau 0,94 persen menjadi USD1.890,8 per ons. Perak untuk pengiriman Desember turun 2,5 sen atau 0,1 persen menjadi USD23,896 per ons. Platinum pengiriman Januari turun USD3,5 atau 0,4 persen menjadi USD866,8 per ons.
 
Sementara itu, dalam tweetnya Selasa malam (Rabu WIB), Presiden AS Donald Trump mendesak Kongres untuk menyetujui dukungan terkait bantuan kepada maskapai penerbangan dan langkah-langkah stimulus lainnya. Hal itu menghidupkan kembali harapan pasar untuk adanya tambahan paket bantuan virus korona.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, dalam perdagangan reguler kemarin, pasar saham AS turun tajam dengan Dow ditutup turun lebih dari 370 poin. Hal itu terjadi setelah Trump meminta negosiator pemerintahannya untuk menarik diri dari pembicaraan bantuan covid-19 dengan Demokrat hingga setelah Pemilihan Presiden pada November.
 
Sedangkan pejabat Federal Reserve AS menyatakan keprihatinannya karena pemulihan ekonomi AS dapat goyah jika Kongres gagal menyetujui kesepakatan tambahan bantuan virus korona, menurut risalah pertemuan kebijakan terbaru Fed. Bahkan, pejabat Fed percaya meski ekonomi AS pulih, tetap ada ancaman yang berkelanjutan.
 
"Para peserta terus melihat ketidakpastian seputar prospek ekonomi yang sangat tinggi. Dengan arah ekonomi yang sangat bergantung pada pergerakan virus yaitu pada bagaimana individu, bisnis, dan pejabat publik menanggapinya serta pada efektivitas langkah-langkah kesehatan yang dilakukan masyarakat untuk mengatasinya," kata risalah Fed.
 
Kepala Ekonom FHN Financial Chris Low menilai the Fed cukup senang dengan perkembangan pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung. Namun, kondisi itu belum sesuai dengan harapan the Fed. "Masih ada dukungan luas untuk lebih banyak bantuan fiskal, dan kekhawatiran di antara peserta tidak adanya bantuan tambahan bisa mengganggu perekonomian," kata Low.
 
Adapun the Fed pada bulan lalu mempertahankan suku bunga acuan pada rekor level terendah mendekati nol persen dan memberi isyarat untuk mempertahankan kisaran target ini hingga setidaknya 2023. Langkah itu dengan harapan memberi efek positif terhadap upaya pemulihan ekonomi.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif