Ilustrasi. AFP PHOTO/GREG BAKER
Ilustrasi. AFP PHOTO/GREG BAKER

Tiongkok Terus Cari Cara Intervensi Harga Batu Bara

Ekonomi krisis listrik batu bara ekonomi china Tiongkok krisis energi harga batu bara
Angga Bratadharma • 22 Oktober 2021 06:44
Beijing: Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China (NDRC), perencana negara, mengungkapkan telah memobilisasi senjata regional serta perusahaan batu bara utama untuk melakukan survei khusus tentang biaya, harga produksi, dan distribusi batu bara. Kondisi itu dilakukan dalam rangka menekan krisis energi yang tengah terjadi.
 
NDRC mengatakan ingin mempelajari lebih lanjut tentang biaya dan harga jual produsen batu bara. "Serta harga pembelian dan penjualan pedagang, saat mempelajari bagaimana mengintervensi harga batu bara yang mencapai rekor tertinggi pada Selasa waktu setempat," kata NDRC, dilansir dari Channel News Asia, Jumat, 22 Oktober 2021.
 
Sebelumnya, Tiongkok berjanji menekan harga batu bara yang melonjak dengan cara meningkatkan produksi untuk mengurangi tekanan perekonomian. Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah memangkas emisi bahan bakar fosil guna menjaga kelestarian lingkungan hidup.
 
Data resmi yang dilaporkan minggu ini mencatat ekonomi nomor dua dunia itu berkembang lebih lambat dari yang diharapkan pada kuartal ketiga di 2021 karena krisis energi mulai menggigit. Adapun kekurangan pasokan listrik dan pengurangan produksi memberi tekanan terhadap produksi industri.
 
Kondisi itu datang ketika Beijing -salah satu pencemar terkemuka dunia- mengatakan akan mengurangi emisi dan ketergantungannya pada bahan bakar fosil. Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) mengatakan sedang mempelajari langkah-langkah untuk campur tangan dalam harga batu bara, yang telah meningkat pesat dan mencapai rekor tertinggi.
 
"Kenaikan harga saat ini benar-benar menyimpang dari dasar-dasar penawaran dan permintaan," kata NDRC.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


NDRC berjanji untuk mengembalikan harga ke kisaran yang wajar. Ia memperingatkan pihak berwenang akan mengambil pendekatan tanpa toleransi dan menindak tegas kegiatan seperti menyebarkan informasi palsu atau kolusi harga.
 
Dalam pemberitahuan terpisah, NDRC menekankan tambang batu bara harus menargetkan produksi harian lebih dari 12 juta ton, dengan otoritas lokal memastikan produksi dimaksimalkan. Lonjakan harga batu bara dan kekurangan pasokan merupakan faktor di balik pemadaman listrik baru-baru ini di Tiongkok, memicu kekhawatiran tentang rantai pasokan global.
 
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif