Ilustrasi. FOTO: Michael Nagle/Xinhua
Ilustrasi. FOTO: Michael Nagle/Xinhua

Sinyal Positif Tambahan Fiskal Dorong Wall Street Merekah

Ekonomi Wall Street
Angga Bratadharma • 25 September 2020 07:31
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) berakhir menguat pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), di tengah sinyal positif tentang tambahan stimulus fiskal. Meski demikian, para investor tetap mencermati pergerakan lonjakan kasus infeksi covid-19 di AS.
 
Mengutip Xinhua, Jumat, 25 September 2020, indeks Dow Jones Industrial Average tumbuh 52,31 poin atau 0,20 persen menjadi 26.815,44. Sedangkan S&P 500 naik 9,67 poin atau 0,30 persen menjadi 3.246,59. Indeks Komposit Nasdaq menguat 39,28 poin atau 0,37 persen menjadi 10.672,27.
 
Sebanyak 10 dari 11 sektor di bawah S&P 500 bergerak lebih tinggi dengan sektor utilitas, kebutuhan pokok konsumen, dan material masing-masing naik 1,17 persen, 0,76 persen, dan 0,70 persen. Sementara sektor kesehatan turun 0,52 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saham perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih rendah. Tujuh dari 10 saham teratas menurut bobot dalam indeks 50 Tiongkok yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan suram.
 
Menurut data yang dikeluarkan oleh Departemen Tenaga Kerja AS, klaim pengangguran awal pekan lalu tercatat di 870 ribu, sedikit lebih tinggi dari ekspektasi pasar 850 ribu dan 866 ribu di pekan sebelumnya. Meski sentimen pasar tertekan akibat data ketenagakerjaan yang mengecewakan, namun mendapat dukungan sinyal positif dari stimulus fiskal selanjutnya.
 
Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mendesak Kongres untuk mengeluarkan paket stimulus baru. Sementara Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan Demokrat siap untuk negosiasi tentang paket stimulus tambahan. Stimulus tersebut tentu dengan harapan memicu pemulihan ekonomi AS.
 
"Secara keseluruhan, kami mempertahankan prospek konstruktif kami untuk ekuitas selama beberapa bulan mendatang, sambil mengakui bahwa pasar kemungkinan besar akan berombak," kata Kepala Investasi UBS Global Wealth Management Mark Haefele dalam catatannya, Kamis, 24 September 2020.
 
"UBS tetap konstruktif bahwa Amerika Serikat akan mengesahkan paket fiskal tambahan, meskipun kemungkinannya kecil akan terjadi sebelum pemilihan umum," tambah Haefele.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif