Ilustrasi. FOTO: Johannes Eisele/AFP
Ilustrasi. FOTO: Johannes Eisele/AFP

Wall Street Berkabung Akibat Aksi Jual Besar, Dow Jones Ambruk 1.063 Poin

Ekonomi Bursa Saham Wall Street Ekonomi Amerika The Fed Pasar Saham
Angga Bratadharma • 06 Mei 2022 07:00
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) jatuh pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB) karena aksi jual besar-besaran di Wall Street. Sejauh ini pelaku pasar terus mencermati arah kebijakan The Fed dan bagaimana perkembangan perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina.
 
Mengutip Xinhua, Jumat, 6 Mei 2022, Dow Jones Industrial Average jatuh 1.063,09 poin atau 3,12 persen menjadi 32.997,97. Sedangkan indeks S&P 500 turun 153,30 poin atau 3,56 persen menjadi 4.146,87. Kemudian indeks Komposit Nasdaq turun 647,17 poin atau 4,99 persen menjadi 12.317,69.
 
Indeks 30-saham dan Nasdaq membukukan penurunan harian terburuk sejak 2020, menurut Dow Jones Market Data. Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir merah, dengan sektor konsumen dan teknologi masing-masing turun 5,81 persen dan 4,93 persen, memimpin kerugian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemunduran terjadi satu hari setelah Federal Reserve AS menyampaikan kenaikan suku bunga yang diantisipasi secara luas. The Fed mengumumkan kenaikan setengah poin dalam suku bunga acuan, kenaikan suku bunga paling tajam sejak 2000, sebagai bagian dari upaya untuk memerangi inflasi.

Mengurangi kepemilikan atas sekuritas

Bank sentral AS juga memutuskan untuk mulai mengurangi kepemilikannya atas sekuritas Treasury dan utang agensi dan sekuritas yang didukung hipotek agensi pada 1 Juni. Ketua Fed Jerome Powell mengatakan kenaikan setengah poin tetap ada di meja untuk beberapa pertemuan berikutnya, menambahkan kenaikan 75 basis poin tidak secara aktif dipertimbangkan.
 
Pasar ekuitas AS bereaksi positif terhadap komentar Powell pada Rabu waktu setempat, yang membuat Dow melonjak lebih dari 900 poin.

 
Di sisi ekonomi, klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, meningkat 19 ribu menjadi 200 ribu dalam pekan yang berakhir 30 April, Departemen Tenaga Kerja melaporkan. Ekonom yang disurvei oleh The Wall Street Journal memperkirakan klaim baru hanya akan naik menjadi 182 ribu.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif