Ilustrasi. FOTO: AFP/PATRICK HERTZOG
Ilustrasi. FOTO: AFP/PATRICK HERTZOG

Emas Dunia Anjlok Usai The Fed Siap Segera Naikkan Suku Bunga

Ekonomi Harga Emas emas The Fed Harga Emas Dunia
Antara • 27 Januari 2022 07:30
Chicago: Emas berjangka menetap lebih rendah pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB), kemudian mempercepat penurunannya dalam perdagangan elektronik. Kondisi itu terjadi setelah pejabat Federal Reserve AS mengatakan mereka berharap akan segera menaikkan suku bunga.
 
Mengutip Antara, Kamis, 27 Januari 2022, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, anjlok USD22,8 atau 1,23 persen menjadi USD1.829,70 per ons. Di pasar spot, emas jatuh 1,6 persen menjadi USD1.818,66 per ons.
 
Sehari sebelumnya, Selasa, 25 Januari, emas berjangka melonjak USD10,8 atau 0,59 persen menjadi USD1.852,50, setelah terdongkrak sebanyak USD9,9 atau 0,54 persen menjadi USD1.841,70 pada Senin 24 Januari, dan jatuh sebanyak USD10,8 atau 0,59 persen menjadi USD1.831,80 pada Jumat, 21 Januari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tak lama setelah pasar tutup, pernyataan pertemuan FOMC keluar, menyatakan Federal Reserve mengharapkan akan segera menaikkan suku bunga, dan akan mengurangi pembelian aset serta mengakhiri pembelian pada Maret seperti yang direncanakan.
 
Penurunan harga emas cepat karena dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah melambung setelah Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengisyaratkan pergeseran dari langkah-langkah dukungan ekonomi era pandemi, di mana bank sentral berada pada jalur menaikkan suku bunga pada Maret.
 
Pejabat berpikiran untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan 15-16 Maret, Powell mengatakan pada konferensi pers setelah rilis pernyataan kebijakan terbaru Fed, memicu lonjakan imbal hasil dan dolar, menurunkan minat terhadap emas yang tidak memberikan imbal hasil.
 
"Komentar hawkish Powell mengindikasikan kenaikan suku bunga Maret, menekankan kekuatan ekonomi dan mencatat bahwa neraca Fed terlalu besar dan perlu dikurangi, telah memicu aksi jual obligasi dan dolar yang lebih tinggi, yang belakangan telah menekan emas ke posisi terendah," kata pedagang logam mulia independen yang berbasis di New York, Tai Wong.
 
Kenaikan suku bunga meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil. "Sementara permintaan fisik dan ETF (Exchange Traded Fund) tetap kuat, komentar hawkish Powell tampaknya akan membatasi emas di sekitar USD1.850 dalam jangka pendek," tuturnya.
 
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun sebanyak 8,9 sen atau 0,37 persen menjadi USD23,807 per ons. Platinum untuk pengiriman April naik sebanyak USD20,4 atau 1,99 persen menjadi USD1.045,9 per ons.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif