Foto: AFP.
Foto: AFP.

Minyak Dunia Tergelincir

Ekonomi minyak mentah
Angga Bratadharma • 01 Juli 2020 08:12
New York: Harga minyak dunia tergelincir pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Kondisi itu karena naiknya kasus baru covid-19 yang terus memicu kekhawatiran akan melemahnya permintaan energi.
 
Mengutip Xinhua, Rabu, 1 Juli 2020, harga minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Agustus kehilangan 43 sen menjadi USD39,27 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah brent untuk pengiriman Agustus turun 56 sen menjadi USD41,15 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
Sementara kontrak September yang lebih aktif untuk Brent turun 58 sen menjadi USD41,27 per barel. Para ahli memperingatkan keseimbangan yang rapuh di pasar minyak.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Data ekonomi AS untuk Mei secara umum ternyata lebih baik dari yang diharapkan, namun kekhawatiran tentang gelombang kedua infeksi korona dan kemungkinan penguncian (wilayah) baru membebani sentimen," kata Eugen Weinberg, analis energi di Commerzbank Research, dalam sebuah catatan.
 
Untuk kuartal ini, Dow Jones Market Data mencatat harga minyak mentah berjangka AS naik hampir 92 persen dan Brent naik sekitar 81 persen. Meskipun terjadi reli besar di kuartal kedua, harga tolok ukur turun lebih dari 30 persen tahun ini.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat berakhir menguat pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Reli yang nyata dalam saham teknologi mendorong pasar, namun pandemi covid-19 masih menahan penguatan tersebut.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 217,88 poin atau 0,85 persen menjadi 25.812,88. Sedangkan S&P 500 naik 47,05 poin atau 1,54 persen menjadi 3.100,29. Index Komposit Nasdaq meningkat 184,61 poin atau 1,87 persen, menjadi 10.058,77.
 
Saham raksasa teknologi AS, kelompok FAANG dari Facebook, Apple, Amazon, Netflix dan Google-parent Alphabet, semuanya ditutup lebih tinggi. Sektor teknologi S&P 500 naik 1,92 persen, menjadi kelompok yang berkinerja terbaik.
 
Sementara itu, investor mencerna kesaksian dari Jetua Federal Reserve AS Jerome Powell. Pembukaan kembali ekonomi AS yang lebih cepat dari perkiraan telah membawa tantangan baru bagi negara ini. Powell memperingatkan hal ini yang dibuktikan dengan peningkatan kasus covid-19 baru-baru ini di seluruh negara.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif