Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Dolar AS Menguat Tipis

Ekonomi dolar as
Angga Bratadharma • 30 Juni 2020 10:11

New York: Indeks dolar Amerika Serikat (USD) sedikit lebih tinggi terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Kondisi itu karena investor menyesuaikan posisi untuk akhir kuartal dan mempertimbangkan peningkatan kasus virus korona di beberapa negara bagian AS terhadap peningkatan data ekonomi.

Laporan pekerjaan untuk Juni juga merupakan faktor dalam penyesuaian portofolio. "Ini kurang lebih hanya penyesuaian posisi. Kami hanya punya satu hari lagi tersisa di bulan ini dan pasar bersiap untuk data pekerjaan pada Kamis," kata Analis Senior Pasar Western Union Business Solutions Joe Manimbo, seperti dikutip dari Antara, Selasa, 30 Juni 2020.

Para pengusaha AS diperkirakan menambah tiga juta pekerjaan pada Juni, menurut estimasi median ekonom yang disurvei. Namun, proyeksi sangat bervariasi di antara para ekonom, dari hanya 405 ribu pekerjaan hingga sembilan juta. Sementara itu, kontrak untuk membeli rumah yang sebelumnya dimiliki atau rumah bekas di AS rebound dengan rekor tertingginya pada Mei.

Kekhawatiran tentang pelemahan baru telah meningkat, namun seperti Texas, Florida, dan California adalah di antara negara-negara bagian AS untuk memundurkan pembukaan kembali dan menutup bisnis seperti bar untuk memperlambat penyebaran virus korona.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya naik tipis 0,08 persen menjadi 97,56. Euro menguat 0,11 persen menjadi USD1,1229. Sedangkan dolar menguat sebanyak 0,45 persen terhadap yen Jepang menjadi 107,69 yen.

Sementara itu, poundsterling melemah ke level terendah satu bulan terhadap greenback di tengah kekhawatiran tentang bagaimana Pemerintah Inggris akan membayar program infrastruktur yang direncanakan.

Rata-rata pergerakan euro 50 hari bergerak di atas rata-rata pergerakan 200 hari, yang dikenal sebagai golden cross, pada Jumat, 26 Juni, yang dapat menunjukkan bahwa mata uang tunggal kemungkinan akan naik dalam satu atau dua bulan mendatang.

Paul Ciana, seorang analis teknis di Bank of America, mengatakan dalam sebuah laporan bahwa hanya ada enam sinyal yang disebut golden cross dalam mata uang ketika rata-rata pergerakan 200 hari juga naik sejak euro mulai diperdagangkan pada 1999. Dalam lima dari enam kali ini euro lebih tinggi 45-50 hari kemudian.

Ada juga keraguan tentang apakah Inggris akan menyegel pakta perdagangan dengan Uni Eropa karena sedikit kemajuan telah dibuat dalam menyetujui hubungan masa depan Inggris dengan blok, yang keluar pada 31 Januari. Pound terakhir turun 0,41 persen pada 1,2283 dolar.


 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif