Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

4 Perusahaan Minyak Terbesar di Dunia Ini Dituduh Coba Tunda Peralihan ke Bahan Bakar Bersih

Angga Bratadharma • 09 Februari 2022 13:30
Washington: Ilmuwan iklim Amerika Serikat (AS) menuduh empat perusahaan minyak terbesar dunia berbohong tentang bahaya yang terkait dengan industri mereka dan mencoba untuk menunda peralihan ke bahan bakar yang lebih bersih.
 
Perusahaan multinasional Amerika Serikat yakni ExxonMobil dan Chevron, serta BP dan Shell dari Inggris, sedang diselidiki oleh Kongres AS atas peran mereka dalam menyebarkan informasi yang salah tentang perubahan iklim.
 
Michael Mann, seorang akademisi, mengatakan kepada Komite Pengawasan DPR bahwa perusahaan telah mengetahui selama lebih dari empat dekade bahwa kegiatan mereka menyebabkan polusi, tetapi telah terlibat dalam kampanye penolakan dan penundaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami sekarang membayar harga untuk penundaan ini dalam bentuk peristiwa cuaca ekstrem," kata Mann yang seorang Profesor Ilmu Atmosfer Universitas Negeri Pennsylvania, dilansir dari The Business Times, Rabu, 9 Februari 2022.
 
Dia menunjuk pada apa yang disebut kubah panas di mana jutaan orang Amerika dan Kanada kepanasan pada Juni tahun lalu, dan kebakaran hutan yang secara teratur menghancurkan sebagian besar California. Dia juga menolak strategi raksasa minyak yang berjanji untuk mengurangi intensitas karbon bahan bakar fosil mereka.
 
"Itu seperti dokter memberi tahu Anda, bahwa Anda perlu mengurangi lemak dari makanan Anda. Jadi Anda beralih ke keripik kentang rendah lemak 40 persen, tetapi Anda makan dua kali lebih banyak. Itu tidak membantu," tegasnya.
 
Para eksekutif perusahaan minyak diundang untuk hadir tetapi tidak hadir. Mereka bersaksi pada Oktober dan mengatakan kepada anggota parlemen bahwa mereka telah mempercepat investasi dalam energi alternatif dalam beberapa tahun terakhir.
 
Tracey Lewis, penasihat kebijakan untuk kelompok advokasi Public Citizen, menolak janji tersebut sebagai disinformasi iklim dan pencucian hijau. Dia sangat prihatin atas kesalahan informasi yang menargetkan orang kulit berwarna dan orang miskin, yang dirugikan secara tidak proporsional oleh pembakaran bahan bakar fosil.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif