Ilustrasi. FOTO: AFP/MOHD RASFAN
Ilustrasi. FOTO: AFP/MOHD RASFAN

Kurs Dolar AS Merekah

Ekonomi ekonomi amerika Dolar AS
Angga Bratadharma • 23 Oktober 2020 09:01
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) merekah pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), karena pelaku pasar mencerna angka klaim pengangguran mingguan yang baru dirilis. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,37 persen menjadi 92,9520.
 
Mengutip Xinhua, Jumat, 23 Oktober 2020, pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1817 dari USD1,1860 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris turun menjadi USD1,3077 dari USD1,3157 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7112 dari USD0,7126.
 
Sementara itu, dolar AS dibeli 104,87 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 104,53 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9072 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9046 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,3142 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3130 dolar Kanada.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja melaporkan klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, berada di 787 ribudalam pekan yang berakhir 17 Oktober, turun 55 ribu dari level revisi minggu sebelumnya. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan pelamar pertama kali untuk asuransi pengangguran negara bagian berjumlah 875 ribu.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat ditutup lebih tinggi pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), didukung oleh keuntungan yang solid di sektor energi. Meski demikian, investor terus mencermati perkembangan negosiasi tentang paket bantuan covid-19 yang baru.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 152,84 poin atau 0,54 persen menjadi 28.363,66. Sedangkan S&P 500 naik 17,93 poin atau 0,52 persen menjadi 3.453,49. Kemudian indeks Komposit Nasdaq naik 21,31 poin atau 0,19 persen menjadi 11.506,01.
 
Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 naik, dengan sektor energi ditutup naik 4,16 persen, melampaui sisanya. Sementara itu, sektor real estate tergelincir 0,77 persen, grup dengan kinerja terburuk.
 
Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih rendah, dengan delapan dari 10 saham teratas menurut bobot dalam indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan suram.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif