Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Dolar AS Jadi Primadona di Tengah Lonjakan Covid-19

Ekonomi Virus Korona ekonomi amerika Dolar AS
Angga Bratadharma • 29 Oktober 2020 09:32
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) menguat pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), karena permintaan safe haven meningkat di tengah lonjakan lanjutan infeksi covid-19. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,50 persen menjadi 93,4036.
 
Mengutip Xinhua, Kamis, 29 Oktober 2020, pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1752 dari USD1,1810 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris turun menjadi USD1,2991 dari USD1,3055 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7059 dari USD0,7132.
 
Dolar AS dibeli 104,33 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 104,48 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9100 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9076 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3296 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3165 dolar Kanada.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pergerakan mata uang Paman Sam terjadi seperti itu ketika kasus virus korona terus melonjak di beberapa negara besar termasuk Amerika Serikat dan Eropa. Para ahli mengatakan pelaku pasar khawatir tentang kemungkinan penguncian mobilitas dan dampaknya terhadap ekonomi.
 
Di sisi lain, pasar saham Amerika Serikat ditutup melemah tajam pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Tekanan terjadi karena investor semakin khawatir terkait melonjaknya kasus infeksi covid-19 dan kemungkinan dampak terburuknya terhadap ekonomi.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 943,24 poin atau 3,43 persen menjadi 26.519,95. Sedangkan S&P 500 turun 119,65 poin atau 3,53 persen menjadi 3.271,03. Indeks Komposit Nasdaq merosot 426,48 poin atau 3,73 persen menjadi 11.004,87.
 
Semua 11 sektor saham utama S&P 500 tenggelam, dengan sektor teknologi dan energi masing-masing turun 4,33 persen dan 4,22 persen, memimpin penurunan. Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS diperdagangkan lebih rendah, dengan semua 10 saham teratas berdasarkan bobot di indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan suram.
 
Indeks Volatilitas Cboe, yang secara luas dianggap sebagai pengukur ketakutan terbaik di pasar saham, melonjak 20,78 persen menjadi 40,28. Pergerakan pasar saham AS yang menukik cukup tajam terjadi ketika infeksi covid-19 terus melonjak di Amerika Serikat.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif