Ilustrasi. FOTO: Hector Mata/AFP
Ilustrasi. FOTO: Hector Mata/AFP

Virus Korona Berpeluang Jerumuskan AS ke Dalam Resesi

Ekonomi Virus Korona ekonomi amerika
Angga Bratadharma • 14 Maret 2020 16:02
Washington: Pasar saham Amerika Serikat (AS) anjlok dan sempat dihentikan sementara waktu untuk kedua kalinya di minggu ini. Hal itu terjadi di tengah kepanikan bahwa virus korona dapat menyebabkan perlambatan ekonomi global, dengan beberapa lembaga internasional sudah memberikan bel peringatan.
 
Pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), pasar saham AS yang ambruk lebih dari 2.000 poin akibat virus korona diperkirakan dapat memperlambat ekonomi AS dan ekonomi global. Bahkan, beberapa ahli memperkirakan AS akan menuju resesi, meski masih belum diketahui seberapa parah penurunan yang mungkin terjadi.
 
"Saya curiga bahwa kita sedang dalam resesi sekarang," kata Pembawa acara Mad Money, Jim Cramer, seperti dilansir dari CNBC, Sabtu, 14 Maret 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Ekonom Brookings Institution Barry Bosworth menilai akan ada penurunan tajam dalam Produk Domestik Bruto (PBD) dan data pekerjaan pada kuartal kedua tahun ini. "Jika virus korona mengikuti jalur Tiongkok dan Korea Selatan, kita akan melihat pola berbentuk v dengan pemulihan terjadi pada kuartal ketiga," kata Bosworth.
 
Bosworth tidak menampik, tingkat infeksi harian menurun di Tiongkok dan pabrik-pabrik di sana perlahan-lahan kembali bekerja. Meski demikian, belum diketahui pasti apakah virus korona bisa hilang dalam cuaca yang lebih hangat seperti flu musiman. Artinya, kewaspadaan harus tetap terjaga hingga virus tersebut hilang.
 
"Sedangkan dampak pada ekonomi AS terkonsentrasi di sektor ritel dan industri seperti olahraga dan restoran di mana orang menghindari kerumunan besar," kata Bosworth.
 
Bosworth berharap vaksin guna mengantisipasi virus korona bisa segera tersedia. "Tetapi distribusi yang cukup luas akan memakan waktu dan industri perjalanan bakal terpengaruh selama berbulan-bulan lagi. Rantai pasokan global kemungkinan akan menghadapi gangguan hingga 2021," kata Bosworth.
 
Di sisi lain, Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) mengingatkan kerja sama internasional secara efektif sangat penting dalam menangani wabah virus korona. IMF pun menyerukan adanya tindakan terkoordinasi di berbagai bidang, mengingat wabah virus korona baru (covid-19) terus menyebar di seluruh dunia.
 
"Jelas ini adalah penyakit, ini bukan sesuatu yang berhenti di perbatasan nasional. Kita perlu bekerja sama," kata juru bicara IMF Gerry Rice, pada jumpa pers reguler, yang diadakan dari jarak jauh karena situasi saat ini.
 
"Ada aspek informasi. Kita perlu berbicara satu sama lain, bertukar informasi, mempelajari virus ini, memanfaatkan sumber daya kita sebanyak yang kita bisa," pungkas Rice.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif