Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Ekonomi AS Diyakini Tumbuh Negatif di 2020

Ekonomi ekonomi amerika
Angga Bratadharma • 28 Maret 2020 11:01
Washington: Ekonomi Amerika Serikat (AS) tumbuh moderat 2,1 persen pada kuartal keempat 2019. Banyak ekonom percaya bahwa kondisi itu akan menjadi pertumbuhan positif terakhir yang bisa dilihat selama beberapa waktu ke depan. Hal itu karena ekonomi AS sedang mengalami kontraksi tajam akibat dampak virus korona.
 
Departemen Perdagangan AS mengatakan pada kuartal keempat 2019 pertumbuhan ekonomi AS tidak berubah dari perkiraan sebelumnya. Akan tetapi komponennya sedikit diubah dengan belanja konsumen sedikit lebih kuat dengan pengeluaran pemerintah dan investasi bisnis sedikit lebih rendah.
 
Mengutip CNBC, Sabtu, 28 Maret 2020, banyak ekonom percaya Produk Domestik Bruto (PDB) AS akan berubah negatif pada kuartal Januari-Maret 2020, akibat adanya penghentian tiba-tiba aktivitas ekonomi yang sekarang sedang terjadi. Diperkirakan pada kuartal pertama pertumbuhan ekonomi AS akan turun tajam.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun resesi biasanya didefinisikan dengan pertumbuhan PDB yang negatif di dua kuartal berturut-turut dan banyak yang percaya AS telah memasuki kondisi itu. Bahkan, Ketua Federal Reserve Jerome Powell tidak menampik ada potensi AS memasuki era resesi seiring adanya tekanan ekonomi cukup besar.
 
Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan AS dimungkinkan masuk ke dalam resesi. Meski demikian, dia mengatakan, the Fed siap untuk melakukan lebih banyak langkah dari sisi moneter dan upaya-upaya itu akan membantu ekonomi AS muncul dalam kondisi yang baik untuk pulih dari penurunan singkat.
 
The Fed telah mengambil tindakan agresif untuk memangkas suku bunga utamanya ke rekor terendah mendekati nol persen dan menggelontorkan miliaran dolar untuk mendukung pasar keuangan. Sedangkan beberapa ekonom lainnya memperkirakan penurunan PDB terbesar yang akan terjadi pada periode April-Juni 2020.
 
Ekonom di Wells Fargo memperkirakan PDB AS akan turun pada tingkat 14,7 persen di kuartal kedua atau penurunan seperempat terbesar dalam 73 tahun. Penurunan rekor saat ini adalah penurunan 10 persen pada kuartal pertama di 1958.
 
"Resesi ini telah melanda begitu cepat, itu membuat kepala kita berputar," kata Sung Won Sohn, Profesor Ekonomi di Loyola Marymount University. Dia mengatakan kecepatan respons Federal Reserve untuk memasok likuiditas ke pasar keuangan dan ukuran paket stimulus yang diperdebatkan oleh Kongres harus membantu mempersingkat waktu penurunan ini.
 
Sohn memperkirakan PDB AS akan negatif pada kuartal pertama, kedua, dan ketiga di tahun ini. Akan tetapi, ia meramal, PDB akan naik delapan persen di kuartal keempat. Sedangkan Presiden Donald Trump meyakini ketika toko-toko dibuka kembali dan orang-orang kembali bekerja, ekonomi akan pulih seperti kapal roket.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif