Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Putar Arah, Emas Dunia Kokoh di Area Positif

Ekonomi Harga Emas ekonomi dunia
Antara • 19 Januari 2021 07:37
Chicago: Emas menguat pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), rebound dari penurunan tajam akhir pekan lalu. Emas mengawali pekan ini dengan sedikit lebih baik setelah mencatat penurunan mingguan kedua berturut-turut, ketika ekspektasi stimulus fiskal tambahan di Amerika Serikat mendukung daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi.
 
Mengutip Antara, Selasa, 19 Januari 2021, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, terangkat USD6,90 atau 0,38 persen menjadi USD1.836,80 per ons. Akhir pekan lalu, emas berjangka anjlok USD21,5 atau 1,16 persen menjadi USD1.829,90.
 
Emas berjangka turun USD3,5 atau 0,19 persen menjadi USD1.851,40 pada Kamis, 14 Januari, setelah terangkat USD10,7 atau 0,58 persen menjadi USD1.854,90 per ons pada Rabu, 13 Januari. Serta merosot USD6,6 atau 0,36 persen menjadi USD1.844,20 pada Selasa, 12 Januari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pemerintah baru (AS) akan memberikan lebih banyak stimulus ekonomi dan juga kebijakan Federal Reserve AS tidak mungkin menjadi lebih hawkish di masa depan. Oleh karena itu, kami cenderung melihat dukungan lanjutan untuk harga emas," kata analis Commerzbank Eugen Weinberg.
 
Presiden terpilih AS Joe Biden menyusun rencana stimulus USD1,9 triliun minggu lalu untuk membantu ekonomi dan meningkatkan peluncuran vaksinasi terhadap covid-19. Ketua Fed Jerome Powell mengatakan tidak ada alasan untuk mengubah sikap akomodatif bank sentral mengingat kedalaman masalah ekonomi akibat pandemi.
 
Emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang yang dapat dihasilkan dari stimulus yang meluas. Namun, Weinberg dari Commerzbank mengatakan, dolar yang lebih kuat, optimisme ekonomi, dan kekhawatiran tentang Janet Yellen sebagai calon menteri keuangan AS, yang mungkin membatasi sisi stimulus fiskal, membebani harga emas.
 
Dolar AS menyentuh tertinggi empat minggu terhadap sekeranjang mata uang utama, membatasi daya tarik emas bagi pemegang mata uang lainnya. Sedangkan imbal hasil obligasi Pemerintah AS mencapai level tertinggi 10-bulan minggu lalu.
 
"Meskipun ekspektasi inflasi AS telah meningkat untuk mengantisipasi lebih banyak stimulus fiskal Amerika, emas bukanlah satu-satunya penerima manfaat -imbal hasil obligasi telah meningkat dan membebani emas," kata Phillip Futures dalam sebuah catatan.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif