Ilustrasi. FOTO: Drew Angerer/AFP
Ilustrasi. FOTO: Drew Angerer/AFP

Terjangkit Lonjakan Covid-19, Bursa Wall Street Ambruk

Ekonomi Virus Korona Wall Street Ekonomi Amerika
Angga Bratadharma • 01 Desember 2020 07:34
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) tergelincir pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), karena lonjakan kasus infeksi covid-19. Wall Street tidak mampu mempertahankan posisi di jalur hijau meski ada katalis positif berupa berita kandidat vaksin covid-19.
 
Mengutip Xinhua, Selasa, 1 Desember 2020, indeks Dow Jones Industrial Average turun 271,73 poin atau 0,91 persen menjadi 29.638,64. Sedangkan S&P 500 turun 16,72 poin atau 0,46 persen menjadi 3.621,63. Indeks Komposit Nasdaq turun 7,11 poin atau 0,06 persen menjadi 12.198,74.
 
Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 melemah, dengan sektor energi ditutup turun 5,37 persen, memimpin penurunan. Pasangan sektor teknologi naik 0,66 persen, menjadi grup dengan kinerja terbaik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS diperdagangkan lebih rendah, dengan semua 10 saham teratas berdasarkan bobot di indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan suram.
 
Kasus covid-19 yang menyebar di Amerika Serikat terus menjadi persoalan. Menurut penghitungan oleh Universitas Johns Hopkins AS telah melaporkan lebih dari 13,5 juta kasus secara total dengan jumlah kematian akibat penyakit melebihi 267 ribu.
 
Meskipun mengalami penurunan pada Senin waktu setempat (Selasa WIB), pasar saham AS membukukan kenaikan kuat untuk November. Pada November, Dow melonjak 11,8 persen, kinerja bulanan terbaik sejak 1987. S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik 10,8 persen dan 11,8 persen, kenaikan bulanan terbesar mereka sejak April.
 
Di sisi lain, Departemen Perdagangan Amerika Serikat melaporkan bahwa pendapatan pribadi turun 0,7 persen pada Oktober dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) naik 0,5 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
 
"Pembayaran pemulihan ekonomi federal melambat karena program bantuan terkait pandemi terus menurun," demikian menurut laporan yang dirilis oleh Biro Analisis Ekonomi (BEA) Departemen Perdagangan AS.
 
Tunjangan pengangguran mingguan tambahan USD600 dari pemerintah federal, serta beberapa langkah bantuan lain yang disetujui pada akhir Maret, berakhir pada akhir Juli 2020. Hal ini terjadi saat kongres dan gedung putih tetap menemui jalan buntu untuk memberikan dukungan fiskal selanjutnya.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif