Foto: AFP.
Foto: AFP.

Emas Dunia Berkilau di Tengah Lonjakan Covid-19

Ekonomi Harga Emas
Antara • 14 Juli 2020 08:10
Chicago: Harga emas berjangka melonjak pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), rebound atau kembali bangkit dari penurunan dua hari berturut-turut. Melonjaknya kasus virus korona di Amerika Serikat (AS) mendorong harapan untuk langkah-langkah stimulus lebih lanjut oleh Federal Reserve (Fed) guna meredam kejatuhan ekonomi dari pandemi.
 
Mengutip Antara, Selasa, 14 Juli 2020, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Mercantile Exchange terangkat USD12,2 atau 0,68 persen menjadi USD1.814,10 per ons pada Senin, 13 Juli. Akhir pekan lalu emas berjangka turun USD1,9 atau 0,11 persen menjadi USD1.801,90 per ons.
 
Emas berjangka juga jatuh USD16,8 atau 0,92 persen menjadi USD1.803,80 pada Kamis, 9 Juli, setelah menguat USD10,7 atau 0,59 persen menjadi sebesar USD1.820,60, tertinggi dalam hampir sembilan tahun pada Rabu, 8 Juli.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 73,5 sen atau 3,86 persen menjadi USD19,788 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Oktober naik sebanyak USD17,1 atau 2,02 persen menjadi USD863 per ons.
 
"Dengan meningkatnya kasus virus korona di Amerika Serikat, ada potensi penutupan lagi. Emas diuntungkan dan akan terus mendapat manfaat dari tindakan yang diantisipasi oleh Fed AS dan bank-bank sentral lainnya," kata Ahli Strategi Pasar Senior RJO Futures Bob Haberkorn.
 
Kasus-kasus global virus korona melewati angka 13 juta pada Senin, 13 Juli, menurut penghitungan Reuters. Sementara kasus-kasus AS melonjak selama akhir pekan. Florida melaporkan peningkatan lebih dari 15 ribu kasus baru dalam 24 jam, sebuah rekor untuk negara bagian mana pun.
 
Mendorong aliran masuk ke aset safe-haven lebih lanjut, Tiongkok mengumumkan sanksi yang sesuai terhadap Amerika Serikat pada Senin, 13 Juli, setelah Washington menghukum pejabat-pejabat senior Tiongkok atas perlakuan terhadap minoritas Muslim Uighur di Xinjiang.
 
Harga si logam kuning ini telah meningkat lebih dari 19 persen sepanjang tahun yang dipicu stimulus besar-besaran dari pemerintah-pemerintah. Serta bank-bank sentral di seluruh dunia untuk menghidupkan kembali ekonomi yang terpukul virus korona.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat harus rela kehilangan kekuatannya jelang akhir sesi perdagangan dan ditutup bervariasi pada Senin waktu setempat (Selasa WIB). Kondisi itu terjadi karena investor menimbang kenaikan kasus infeksi virus korona yang kian berkelanjutan di Amerika Serikat.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 10,50 poin atau 0,04 persen menjadi 26.085,80. Sedangkan S&P 500 turun 29,82 poin atau 0,94 persen menjadi 3.155,22. Kemudian indeks Komposit Nasdaq merosot 226,60 poin atau 2,13 persen menjadi 10.390,84.
 

(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif