Foto: AFP.
Foto: AFP.

Dolar Jatuh ke Level Terendah

Ekonomi Dolar AS
Antara • 30 Juli 2020 08:05
New York: Dolar Amerika Serikat (USD) jatuh ke level terendah dalam dua tahun pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Pelemahan terjadi setelah Federal Reserve mengulangi janji untuk menggunakan berbagai alat guna mendukung ekonomi AS. Serta mempertahankan suku bunga mendekati nol selama itu diperlukan untuk pulih dari kejatuhan akibat wabah virus korona.
 
Mengutip Antara, Kamis, 30 Juli 2020, bank sentral AS mengutip kekhawatiran tentang aktivitas ekonomi dan lapangan kerja yang masih jauh di bawah level mereka pada awal tahun.
 
Direktur Pelaksana BK Asset Management Kathy Lien mengatakan The Fed jelas sedikit lebih berhati-hati dan dovish. Pada dasarnya memberitahu pasar bahwa Fed tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dalam lingkungan di mana pasar membuang dolar, itu alasan lain untuk menurunkannya (suku bunga)," kata Lien.
 
Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, turun 0,44 persen menjadi 93,42 setelah mencapai serendah 93,17. Ini merupakan yang terlemah sejak Juni 2018. Euro menguat 0,56 persen menjadi 1,1780 dolar, setelah sebelumnya mencapai 1,1805 dolar, tertinggi sejak September 2018.
 
Greenback telah jatuh karena harapan bahwa Fed akan melanjutkan kebijakan moneter ultra longgar untuk tahun-tahun mendatang dan spekulasi bahwa hal itu akan memungkinkan inflasi berjalan lebih tinggi dari yang sebelumnya ditunjukkan sebelum menaikkan suku bunga.
 
Ini terjadi ketika Amerika Serikat menghadapi peningkatan terus-menerus dalam kasus virus korona bahkan ketika bagian lain dunia, termasuk Eropa, tampak telah menahan wabah. "Prospek dolar tetap lemah mengingat tren yang berbeda dalam kasus-kasus virus korona antara Eropa dan AS," kata Ulrich Leuchtmann, kepala riset valuta asing dan komoditas di Commerzbank.
 
Kematian di AS akibat virus korona melampaui 150 ribu pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Menurut penghitungan Reuters,jumlah ini lebih tinggi daripada di negara mana pun dan hampir seperempat dari total dunia.
 
Pelemahan mata uang AS telah memperlebar spread dengan yen Jepang dan poundsterling Inggris berada di tertinggi empat bulan, sementara dolar Australia mencapai tertinggi lebih dari satu tahun. Dolar terakhir melemah 0,10 persen menjadi 104,97 yen. Poundsterling naik 0,45 persen menjadi 1,2988 dolar dan dolar Australia menguat 0,36 persen menjadi 0,7183.
 
Di tempat lain, lira Turki tergelincir ke rekor terendah terhadap euro dan mata uang lainnya pada Rabu, karena kekhawatiran tentang cadangan yang menipis. Permintaan lokal terhadap dolar membawa penjualan melemah selama tiga hari berturut-turut meskipun ada upaya-upaya untuk menstabilkan perdagangan.
 

(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif