Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva. Foto: AFP/Nicholas Kamm.
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva. Foto: AFP/Nicholas Kamm.

Bos IMF: Memulihkan Ekonomi Butuh 'Pendakian' yang Panjang

Ekonomi IMF ekonomi global
Antara • 08 Oktober 2020 06:29
Washington: Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva mengatakan semua negara akan menghadapi pendakian yang panjang dalam memulihkan ekonomi global.
 
Hal ini akan terjadi ketika ekonomi global secara bertahap pulih dari krisis covid-19. Menurut dia pendakian ini akan panjang, tidak rata, dan tidak pasti.
 
"Aktivitas ekonomi global mengalami penurunan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada kuartal kedua tahun ini, sekitar 85 persen ekonomi dunia terkunci selama beberapa minggu," kata Georgieva, dikutip dari Antara, Kamis, 8 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada Juni 2020, IMF merevisi perkiraannya untuk ekonomi global di tengah meningkatnya dampak covid-19, memproyeksikan PDB global turun sebesar 4,9 persen pada 2020. Angka ini 1,9 persen di bawah perkiraan April.
 
Georgieva mengatakan gambaran hari ini tidak terlalu mengerikan. "Kami sekarang memperkirakan bahwa perkembangan pada kuartal kedua dan ketiga agak lebih baik dari yang diperkirakan, memungkinkan revisi naik kecil pada perkiraan global kami untuk 2020," ungkapnya.
 
Perkiraan terbaru mengenai ekonomi global akan dirilis pekan depan. Georgieva mengatakan pemulihan yang lebih baik dari perkiraan sebagian besar disebabkan oleh langkah-langkah kebijakan luar biasa, serta telah meletakkan pijakan di bawah ekonomi dunia.
 
Menurut perkiraan IMF, pemerintah di seluruh dunia telah memberikan sekitar USD12 triliun sebagai dukungan fiskal kepada rumah tangga dan perusahaan-perusahaan, bersama dengan tindakan kebijakan moneter yang belum pernah terjadi sebelumnya.
 
Terlepas dari revisi kenaikan perkiraan global, dia mencatat ada kesenjangan yang luar biasa dalam kapasitas respons antara negara-negara maju dan negara-negara miskin. Dia menambahkan negara-negara emerging markets serta negara-negara berpenghasilan rendah dan rapuh terus menghadapi situasi genting.

 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif