Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva. FOTO: AFP
Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva. FOTO: AFP

Jadi Beban, IMF: Kebijakan Nol Covid Tiongkok Perlu Dikaji Kembali

Ekonomi IMF ekonomi china Tiongkok covid-19 pandemi covid-19
Angga Bratadharma • 26 Januari 2022 12:02
Jenewa: Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva mengatakan kebijakan nol covid Tiongkok semakin terlihat sebagai beban yang menghambat pemulihan ekonomi baik di dalam negeri maupun bagi dunia pada umumnya. Karenanya penerapan kebijakan itu perlu ada kajian kembali.
 
Kristalina Georgieva mengatakan strategi penahanan, meskipun awalnya berhasil, sekarang menghadirkan lebih banyak risiko daripada manfaat. Nol covid mengacu pada upaya untuk sepenuhnya menghilangkan virus melalui tindakan kesehatan masyarakat seperti penguncian, pengujian massal, dan karantina perbatasan.
 
"Kebijakan nol-covid, untuk beberapa waktu, memang mengandung infeksi di Tiongkok," kata Georgieva, dilansir dari CNBC International, Rabu, 26 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan varian baru yang bernama Omicron yang sangat menular mengartikan tindakan penahanan ini sekarang tidak dapat dengan mudah mencapai efektivitas. "Pembatasan yang perlu diberlakukan lebih membebani ekonomi, lebih berisiko tidak hanya untuk Tiongkok tetapi juga Tiongkok sebagai sumber pasokan bagi seluruh dunia," katanya.
 
Sepanjang dua tahun pandemi covid-19 dan dengan munculnya varian Omicron, Georgieva mencatat, sekarang penting bagi semua negara untuk menilai kembali cara terbaik untuk menangani pandemi. Dalam kasus Tiongkok, mungkin akan segera tidak dapat menahan gelombang terbaru tanpa implikasi ekonomi yang parah.
 
"Apa yang diajarkan Omicron kepada kita semua adalah bahwa varian covid yang sangat menular mungkin jauh lebih sulit untuk dikendalikan tanpa dampak dramatis pada ekonomi," kata Georgieva.
 
Tiongkok telah bergerak untuk meningkatkan ekonominya di tengah pertumbuhan yang melambat. Bank sentral Tiongkok, People's Bank of China (PBoC), memangkas suku bunga pinjaman acuan, menurunkan pinjaman perusahaan dan rumah tangga.
 
Georgieva mencatat langkah-langkah lebih lanjut dapat diberlakukan karena kebijakan pandemi tetap menjadi kebijakan ekonomi utama bagi Tiongkok dan seluruh dunia sepanjang 2022. "Kecuali kita membangun perlindungan di seluruh dunia, kita akan terus melihat gangguan dan masa depan tidak akan secerah yang kita inginkan," pungkas Georgieva.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif