Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Wall Street Bervariasi, Nasdaq Ditutup ke Rekor Tertinggi

Ekonomi Wall Street
Antara • 24 Juni 2021 07:53
New York: Wall Street bervariasi pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), dengan Nasdaq naik ke rekor penutupan tertinggi didorong oleh reli di Tesla Inc. Sementara S&P 500 merosot, sekalipun investor menyambut data yang menunjukkan rekor puncak aktivitas pabrik AS pada Juni.
 
Mengutip Antara, Kamis, 24 Juni 2021, indeks Dow Jones Industrial Average merosot 71,34 poin atau 0,21 persen menjadi 33.874,24 poin. Indeks S&P 500 berkurang 4,60 poin atau 0,11 persen, menjadi 4.241,84. Indeks Komposit Nasdaq terangkat 18,46 poin atau 0,13 persen, menjadi 14.271,73.
 
Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor utilitas merosot 1,05 persen, memimpin kerugian. Sementara itu, sektor consumer discretionary menguat 0,63 persen, menjadikannya kelompok dengan kinerja terbaik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Keuntungan di Nvidia Corp dan Facebook Inc memperpanjang rebound baru-baru ini di saham-saham pertumbuhan papan atas yang tidak disukai dalam beberapa bulan terakhir, karena investor fokus pada perusahaan yang diperkirakan membaik seiring pemulihan ekonomi dari pandemi.
 
Perusahaan data IHS Markit mengatakan Indeks Manajer Pembelian manufaktur AS naik ke angka 62,6 pada Juni, mengalahkan perkiraan 61,5, tetapi produsen masih berjuang untuk mengamankan bahan baku dan pekerja berkualitas, yang secara substansial menaikkan harga.
 
"Survei tingkat tinggi hari ini akan memberikan beberapa konfirmasi bagi The Fed bahwa waktu untuk mulai melepaskan pedal gas tidak jauh lagi," kata Ahli Strategi Pasar Global JP Morgan Asset Management Jai Malhi.
 
Sementara itu, Ketua Fed Jerome Powell menegaskan kembali niat bank sentral AS untuk tidak menaikkan suku bunga terlalu cepat, hanya berdasarkan ketakutan akan inflasi yang akan datang. Komentar Powell mengikuti proyeksi Fed seminggu yang lalu tentang kenaikan suku bunga segera setelah 2023, lebih cepat dari yang diperkirakan.
 
Sejak itu, saham-saham pertumbuhan, termasuk teknologi besar ternama seperti Tesla dan Nvidia, sebagian besar menguat dan mengungguli value stocks (saham yang harganya masih di bawah nilai intrinsiknya), seperti bank dan perusahaan material.
 
"Orang-orang menanamkan uang ke dalam apa yang telah berhasil. Orang-orang pada dasarnya mengejar momentum dan mereka menggunakan kinerja tiga tahun terakhir untuk mencari tahu apa yang harus dikejar," kata Kepala Perdagangan dan Penelitian Harvest Volatility Management Mike Zigmont, di New York.
 
Tesla melonjak 5,3 persen setelah pembuat kendaraan listrik itu mengatakan telah membuka stasiun pengisian tenaga listrik surya dengan penyimpanan daya di tempatkan di Ibu Kota Tibet Lhasa, fasilitas pertama di Tiongkok. Tesla memangkas kerugian saham pada 2021 menjadi sekitar 7,0 persen.
 
Nikola Corp melonjak 4,3 persen setelah pembuat kendaraan listrik dan hidrogen itu mengatakan akan menginvestasikan USD50 juta di Wabash Valley Resources LLC untuk memproduksi hidrogen bersih di Midwest AS untuk truk tanpa emisi.
 
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif