Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO

Dolar AS Sentuh Puncak Baru Merespons Prospek Kenaikan Bunga Fed

Ekonomi suku bunga The Fed Dolar AS
Antara • 19 April 2022 08:28
New York: Dolar naik ke level tertinggi baru dua tahun pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa pagi WIB), dalam perdagangan tipis dan bergejolak, sejalan dengan imbal hasil obligasi Pemerintah AS yang lebih tinggi. Investor bersiap untuk beberapa kenaikan suku bunga setengah persentase poin dari Federal Reserve.
 
Mengutip Antara, Selasa, 19 April 2022, volume ringan hari ini dengan pasar Hong Kong, Eropa, Australia, dan Selandia Baru ditutup untuk Senin Paskah. Pasar berjangka suku bunga AS telah memperkirakan peluang 96 persen pengetatan 50 basis poin pada pertemuan kebijakan Fed bulan depan, dan sekitar 215 basis poin dalam kenaikan suku bunga kumulatif pada 2022.
 
Kondisi itu memberikan banyak dukungan untuk dolar. Greenback juga naik ke puncak baru 20 tahun di 126,98 yen versus mata uang Jepang, menyoroti kontras dalam kebijakan moneter antara Fed yang hawkish dan bank sentral Jepang yang ultra-dovish.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, imbal hasil acuan obligasi Pemerintah AS 10-tahun menyentuh level tertinggi tiga tahun di 2,884 persen. Indeks dolar, ukuran nilai greenback terhadap enam mata uang utama, melonjak ke 100,86, tertinggi sejak April 2020. Terakhir naik 0,3 persen pada 100,77.
 
"Memang ada sejarah ketika Fed berencana untuk menaikkan (suku bunga) dan mengetatkan, uang akhirnya melemah selama siklus itu, tetapi saat ini ada sedikit optimisme di luar sana yang dapat menjatuhkan uang," kata Direktur Perdagangan Valas Monex USA Juan Perez, di Washington.
 
Taruhan net long spekulan pada dolar AS turun untuk minggu kedua berturut-turut, menurut perhitungan dan data Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS yang dirilis pada Jumat. Nilai posisi net long dolar adalah USD13,22 miliar untuk pekan yang berakhir 12 April.
 
Yen, di sisi lain, sebelumnya turun dari level terendah 20 tahun setelah Gubernur bank sentral Jepang Haruhiko Kuroda dan Menteri Keuangan Shunichi Suzuki menyuarakan kekhawatiran tentang melemahnya mata uang mereka. Reli terbukti berumur pendek karena yen mencapai palung baru 20 tahun di sesi New York, dan terakhir naik 0,3 persen pada 126,93 yen.
 
"Ada spekulasi yang berkembang tentang intervensi valas untuk menyelamatkan yen, meskipun itu tampaknya tidak mungkin," kata Analis Investasi Senior Forex XM Marios Hadjikyriacos.
 
"Jepang harus melakukan intervensi sendiri karena Amerika dan Eropa tidak akan setuju untuk melemahkan mata uang mereka sendiri dalam lingkungan inflasi ini, dan otoritas Jepang bahkan belum menggambarkan langkah tersebut sebagai tidak teratur untuk menunjukkan tindakan," pungkasnya.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif