Ilustrasi emas dunia - - Foto: dok AFP
Ilustrasi emas dunia - - Foto: dok AFP

Langkah Agresif The Fed Bikin Harga Emas Naik

Antara • 21 Mei 2022 08:47
Chicago: Harga emas mengalami penguatan pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Ini memperpanjang kenaikan sesi sebelumnya karena indeks utama pasar saham AS melemah menyusul ekspektasi langkah-langkah kebijakan moneter agresif Federal Reserve untuk menjinakkan inflasi yang melonjak.
 
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange terdongkrak USD0,9 atau 0,05 persen menjadi USD1.842,10 per ounce. Emas menyelesaikan minggu ini dengan 1,8 persen lebih tinggi, mengakhiri penurunan empat minggu yang merupakan penurunan mingguan terpanjang sejak 17 Agustus 2018.
 
Emas berjangka melonjak USD25,3 atau 1,39 persen menjadi USD1.841,20 per ounce pada Kamis, 19 Mei 2022 setelah merosot USD3 atau 0,16 persen menjadi USD1.815,90 pada Rabu, 18 Mei 2022, dan menguat USD4,9 atau 0,27 persen menjadi USD1.818,90 pada Selasa, 17 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penurunan pasar saham sebagian besar terlihat sebagai akibat dari langkah agresif Federal Reserve AS untuk mengendalikan inflasi. Meningkatkan suku bunga membuat lebih mahal bagi para pelaku usaha untuk meminjam uang dan memperluas bisnisnya.
 
"Paruh kedua minggu ini baik untuk emas karena kegelisahan di pasar keuangan telah sedikit bergeser dari laju pengetatan moneter ke risiko resesi," kata analis platform perdagangan daring Oanda Craig Erlam.
 
"Jadi daripada imbal hasil yang lebih tinggi dan dolar yang lebih kuat membebani logam kuning, kami telah melihat investor mengalir ke tempat yang aman yang telah sedikit menurunkan imbal hasil dan mengangkat emas," katanya.
 
Namun, ia mengatakan sulit untuk membuat prediksi apakah emas dapat memperpanjang rebound saat ini berdasarkan ekspektasi bahwa kenaikan Fed mendatang telah diperhitungkan.
 
Emas sedang menguji resistensi pada rata-rata pergerakan 200-hari di dekat USD1.837 per ounce. Jika emas bergerak secara meyakinkan di atas rata-rata pergerakan 200 hari, relinya dapat bertahan menuju kisaran USD1.880 hingga USD1.900.
 
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 23,4 sen atau 1,07 persen, menjadi USD21,674 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun USD12,6 atau 1,32 persen menjadi USD941,1 per ounce.
 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif