Wallstreet. Foto : AFP.
Wallstreet. Foto : AFP.

Wall Street Berakhir Turun Terdampak Data Inflasi Tinggi

Antara • 10 Desember 2022 08:10
New York: Wall Street lebih rendah pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah inflasi produsen AS untuk November datang lebih tinggi dari yang diperkirakan dan investor menunggu potensi kenaikan suku bunga 50 basis poin oleh Federal Reserve AS di pertemuan kebijakan minggu depan.
 
baca juga: Wall Street Akhirnya Kembali Ditutup Menguat

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 305,02 poin atau 0,9 persen, menjadi menetap di 33.476,46 poin. Indeks S&P 500 tergerus 29,13 poin atau 0,73 persen, menjadi berakhir di 3.934,38 poin. Indeks Komposit Nasdaq tergelincir 77,38 poin atau 0,70 persen, menjadi ditutup di 11.004,62 poin. Untuk minggu ini, S&P 500 turun 3,4 persen, Dow kehilangan 2,8 persen dan Nasdaq turun 4,0 persen
 
Dari 11 indeks sektor utama S&P 500, 10 sektor berakhir di zona merah, dipimpin lebih rendah oleh sektor energi yang merosot 2,33 persen, diikuti oleh penurunan 1,28 persen pada sektor perawatan kesehatan.
 
Indeks sektor energi mencatat penurunan sesi ketujuh berturut-turut, penurunan beruntun terpanjang sejak Desember 2018, karena harga minyak tampaknya akan turun mingguan karena kekhawatiran resesi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Harga produsen AS naik sedikit lebih kuat dari yang diperkirakan pada November di tengah lonjakan biaya jasa-jasa, tetapi trennya moderat, dengan inflasi tahunan di gerbang pabrik membukukan kenaikan terkecil dalam 1,5 tahun.
 
"Data hari ini menunjukkan bahwa inflasi turun, tetapi tetap bertahan dan lebih kuat dari yang diperkirakan kebanyakan orang," kata Kepala Strategi Pasar di Ameriprise Financial di Troy Anthony Saglimbene dikutip dari Antara, Sabtu, 10 Desember 2022.  
 
Survei University of Michigan menunjukkan pada Desember 2022 sentimen konsumen membaik sementara ekspektasi inflasi turun ke level terendah dalam 15 bulan.
 
Perdagangan berjangka menunjukkan peluang 77 persen Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin minggu depan, dengan peluang 23 persen untuk kenaikan 75 basis poin, dengan peluang tersebut sedikit berubah setelah data ekonomi Jumat, 9 Desember 2022.
 
Data harga konsumen untuk November, yang akan dirilis Selasa, 13 Desember 2022, akan memberikan petunjuk baru tentang rencana pengetatan moneter bank sentral.
 
Indeks-indeks utama Wall Street telah jatuh minggu ini setelah membukukan dua kenaikan mingguan berturut-turut. Yang sangat membebani investor adalah kekhawatiran potensi resesi tahun depan karena perpanjangan kenaikan suku bunga bank sentral.
 
Saham-saham AS mengakhiri penurunan baru-baru ini pada Kamis, 8 Desember 2022, setelah data menunjukkan klaim pengangguran awal naik moderat minggu lalu.
 
Saham Lululemon Athletica Inc anjlok hampir 13 persen setelah pembuat pakaian atletik Kanada itu memperkirakan pendapatan dan laba kuartal liburan yang lebih rendah dari perkiraan. Netflix Inc naik 3,1 persen setelah Wells Fargo meningkatkan peringkat raksasa video streaming menjadi overweight dari equal weight.
 
Broadcom Inc melonjak 2,6 persen setelah pembuat chip tersebut memperkirakan pendapatan kuartal saat ini di atas estimasi Wall Street.
 
Boeing Co naik 0,3 persen setelah Reuters melaporkan pembuat pesawat itu berencana untuk mengumumkan kesepakatan dengan United Airlines untuk pesanan 787 Dreamliner minggu depan. Volume perdagangan bursa AS relatif ringan, dengan 9,9 miliar saham berpindah tangan, dibandingkan dengan rata-rata 10,9 miliar saham selama 20 sesi sebelumnya.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
(SAW)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif