Malaysia. Foto : AFP.
Malaysia. Foto : AFP.

Kuartal III, Ekonomi Malaysia Turun 2,7%

Ekonomi malaysia covid-19
Arif Wicaksono • 15 November 2020 15:07
Kuala Lumpur: Ekonomi Malaysia turun pada laju yang lebih lambat 2,7 persen pada kuartal ketiga dari penurunan dua digit sebesar 17,1 persen pada kuartal kedua 2020.
 
Bank Negara Malaysia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa perbaikan tersebut sebagian besar mencerminkan pembukaan kembali ekonomi dari langkah-langkah penahanan covid-19 dan kondisi permintaan eksternal yang lebih baik.
 
"Perbaikan dalam pertumbuhan terlihat di sebagian besar sektor ekonomi, terutama di sektor manufaktur, yang berubah positif menyusul aktivitas produksi listrik dan elektronik (E&E) yang kuat," kata bank sentral dikutip dari Xinhua, Minggu, 15 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Departemen Statistik Malaysia, sektor manufaktur tumbuh 3,3 persen dibandingkan penurunan sebesar 18,3 persen pada triwulan sebelumnya, didukung oleh sektor listrik, elektronik dan optik, minyak dan lemak nabati dan hewani, serta produk pengolahan makanan. Sektor pertanian turun tipis 0,7 persen akibat penurunan sub sektor perikanan dan karet.
 
Sektor jasa mencatat penurunan yang lebih kecil sebesar empat persen, meningkat dari negatif 16,2 persen pada triwulan II-2020 karena membaiknya kinerja subsektor keuangan dan asuransi, serta informasi dan komunikasi.
 
Sedangkan sektor konstruksi turun 12,4 persen karena penurunan di semua segmen kecuali kegiatan konstruksi khusus.
 
Sementara itu, sektor pertambangan dan penggalian mencatat penurunan yang lebih kecil yaitu 6,8 persen dari negatif 20 persen pada triwulan sebelumnya, terutama disebabkan oleh membaiknya produksi gas bumi dan minyak mentah serta kondensat.
 
Pada triwulan ketiga 2020, ekspor barang dan jasa turun pada laju yang lebih lambat sebesar 4,7 persen dari negatif 21,7 persen pada triwulan kedua.
 
Bank sentral memperkirakan ekonomi Malaysia akan membaik lebih lanjut memasuki 2021 seiring dengan permintaan global yang lebih baik dan dukungan kebijakan domestik.
 
"Kemunculan kembali kasus covid-19 baru-baru ini dan langkah-langkah penahanan yang ditargetkan dapat mempengaruhi momentum pemulihan pada kuartal terakhir tahun ini," katanya.
 
Memasuki 2021, bank sentral mengatakan pertumbuhan tersebut diperkirakan akan pulih karena diuntungkan dari peningkatan permintaan global dan perputaran pengeluaran sektor publik dan swasta di tengah berbagai dukungan kebijakan.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif