Mata uang yuan Tiongkok. Foto: AFP.
Mata uang yuan Tiongkok. Foto: AFP.

Yuan Kembali 'Digulung' Dolar AS

Ekonomi ekonomi china Dolar AS
Antara • 14 Juli 2020 11:22
Beijing: Sistem Perdagangan Valuta Asing China (CFETS) mencatat kurs tengah yuan turun lagi atau melemah 31 basis poin menjadi 6,9996 terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada Selasa pagi. Kondisi itu terjadi setelah berkurang 22 basis poin menjadi 6,9965 sehari sebelumnya,.
 
Mengutip Antara, Selasa, 14 Juli 2020, di pasar spot valuta asing Tiongkok, yuan diperbolehkan naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan. Kurs tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antarbank pada setiap hari kerja.
 
Sementara itu, kurs dolar Amerika Serikat melemah pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Pelemahan terjadi karena para pedagang atau investor mempertimbangkan dampak dari meningkatnya infeksi virus korona di seluruh negara bagian Amerika Serikat (AS) yang dari waktu ke waktu kian mengkhawatirkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,20 persen menjadi 96,4633. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1352 dari USD1,1297 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2570 dari USD1,2625 pada sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia naik menjadi USD0,6963 dibandingkan dengan USD0,6946. Dolar AS membeli 107,28 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 106,93 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9416 franc Swiss dari 0,9415 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3587 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3589 dolar Kanada.
 
"Semua partisipan pasar nilai tukar yang melihat dolar AS sebagai safe haven mungkin berspekulasi bahwa Pemerintah AS dan masyarakat AS akan menerima tingginya angka infeksi (covid-19),” kata Analis Commerzbank Research Ulrich Leuchtmann.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat harus rela kehilangan kekuatannya jelang akhir sesi perdagangan dan ditutup bervariasi pada Senin waktu setempat (Selasa WIB). Kondisi itu terjadi karena investor menimbang kenaikan kasus infeksi virus korona yang kian berkelanjutan di Amerika Serikat.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 10,50 poin atau 0,04 persen menjadi 26.085,80. Sedangkan S&P 500 turun 29,82 poin atau 0,94 persen menjadi 3.155,22. Kemudian indeks Komposit Nasdaq merosot 226,60 poin atau 2,13 persen menjadi 10.390,84.
 
Ketiga indeks menguat pada hari sebelumnya dengan rata-rata saham 30 melompat sebanyak 563,79 poin. Sedangkan perusahaan-perusahaan Tiongkok yang terdaftar di bursa saham AS sebagian besar diperdagangkanlebih rendah, dengan delapan dari 10 saham teratas berdasarkan indeks S&P AS 50 mengakhiri hari dengan catatan suram.
 
Investor tetap berhati-hati karena infeksi barus covid-19 terus melonjak di Amerika Serikat. Lebih dari 3,34 juta kasus covid-19 telah dikonfirmasikan dan dilaporkan di Amerika Serikat. Universitas Johns Hopkins melaporkanlebih dari 135 ribu kematian pada Senin sore.
 

(ABD)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif