Gedung Putih. AFP PHOTO/Karen BLEIER
Gedung Putih. AFP PHOTO/Karen BLEIER

Perangi Korona, Gedung Putih Siap Keluarkan Obligasi Jangka Panjang

Ekonomi Virus Korona ekonomi amerika
Angga Bratadharma • 21 Maret 2020 13:01
Washington: Gedung Putih sedang mempertimbangkan menerbitkan obligasi jangka panjang untuk membiayai paket stimulus fiskal sebesar USD1,3 triliun yang diusulkan guna memerangi wabah virus korona. Sejauh ini, virus tersebut juga sudah 'menginfeksi' Amerika Serikat (AS) dan mulai memengaruhi perekonomian.
 
Penasihat Presiden AS Donald Trump sedang mempertimbangkan untuk menerbitkan obligasi dengan tenor 50 tahun dan 25 tahun. Hal itu karena mereka mencari pendanaan dari tambahan utang federal dengan biaya terendah dari para pembayar pajak, Bloomberg melaporkan, mengutip orang-orang yang mengetahui masalah ini.
 
Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih Larry Kudlow menyukai gagasan itu dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin sekarang ini bersedia untuk melakukannya, kata laporan itu, seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu, 21 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam sebuah wawancara dengan Fox Business, Mnuchin mengatakan Pemerintah AS akan mengambil keuntungan dari suku bunga yang lebih rendah untuk menerbitkan lebih banyak obligasi. "Mengingat keinginan kami dapat diprediksi, kami memutuskan dapat mengumpulkan lebih banyak uang pada obligasi 20 tahun," ucapnya.
 
"Kabar baiknya adalah, kita dapat membiayai kembali banyak utang kita pada level rendah dan kita tidak memiliki masalah mengeluarkan lebih banyak utang di sini," kata Mnucchin, sambil mendesak Kongres untuk meloloskan paket stimulus yang diusulkan.
 
Sementara itu, langkah terbaru datang setelah Federal Reserve pada Minggu waktu setempat memangkas suku bunga acuannya dengan tingkat suku bunga acuan mendekati nol dan berjanji untuk meningkatkan kepemilikan obligasi setidaknya USD700 miliar di tengah meningkatnya kekhawatiran atas wabah virus korona.
 
"Wabah virus korona telah merugikan masyarakat dan mengganggu kegiatan ekonomi di banyak negara, termasuk Amerika Serikat," kata The Fed pada Minggu sore dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan kondisi keuangan global juga telah sangat terpengaruh.
 
Bank sentral mencatat bahwa efek virus korona akan membebani aktivitas ekonomi AS dalam waktu dekat dan menimbulkan risiko terhadap prospek ekonomi. Oleh karena itu, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), komite pembuat kebijakan Fed, memutuskan untuk menurunkan kisaran target suku bunga dana federal menjadi 0-0,25 persen.
 
"Komite mengharapkan untuk mempertahankan kisaran target ini sampai yakin bahwa ekonomi telah melewati peristiwa-peristiwa baru-baru ini dan berada di jalur untuk mencapai lapangan kerja maksimum dan tujuan stabilitas harga," pungkas the Fed.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif