Gedung The Fed. FOTO: Xinhua/Liu Jie.
Gedung The Fed. FOTO: Xinhua/Liu Jie.

Fed Rate Diusulkan Naik 75 Bps saat Spekulasi Pasar 50 Bps

Ekonomi Amerika Serikat Inflasi investor suku bunga Ekonomi Amerika The Fed
Fetry Wuryasti • 25 April 2022 14:36
Jakarta: Pada akhirnya potensi kenaikan tingkat suku bunga The Fed sebanyak 50 bps menjadi sebuah permainan spekulasi oleh pelaku pasar dan investor. Pasalnya, selain memang para pejabat tampaknya satu suara untuk mengeluarkan dukungan terkait dengan kebijakan pengetatan moneter, pejabat lainnya bahkan tidak berhenti hanya sampai di 50 bps.
 
Pejabat The Fed James Bullard justru meminta semua rekan-rekannya untuk mempertimbangkan ada kenaikan sebanyak 75 bps. Apabila terjadi, ini merupakan yang pertama kalinya sejak 1994 silam.
 
"Untuk kenaikan tingkat suku bunga The Fed 50 bps saja, kami melihat masih cukup membuat perekonomian Amerika sedikit bergoyang secara jangka pendek. Kami juga melihat tekanannya akan jauh lebih besar kenaikannya sebanyak 75 bps dalam satu kali pertemuan," kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus, Senin, 25 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Presiden Fed dari Cleveland Loretta Mester mengatakan dia hanya mendukung perekonomian hingga pada titik 50 bps pada Mei, dan mungkin beberapa kenaikan lagi hingga mencapai 2,5 persen pada akhir tahun.
 
Apabila The Fed menaikkan tingkat suku bunga hingga akhir tahun dengan target 2,5 persen, maka target tingkat suku bunga netral sudah tercapai. Untuk tahun depan, ada tidaknya ruang untuk The Fed melanjutkan kenaikan tingkat suku bunga akan tergantung bagaimana dengan data ekonomi yang masuk nantinya.
 
Namun Mester mengatakan dirinya tidak suka dengan lompatan yang terlalu tinggi akan kenaikan tingkat suku bunga. Dirinya lebih suka deliberative dan konsisten, sembari memperhatikan data perekonomian yang muncul. Perkataan Mester menjadi sangat penting, karena dia merupakan seorang pemilih pada tahun ini, dan komentarnya merupakan komentar terakhir di depan umum, sebelum para pembuat kebijakan akan memasuki masa tenang dan akan bertemu pada 3-4 Mei 2022.
 
"Kebetulan Indonesia akan sedang berada pada libur lebaran, sehingga dampaknya tidak akan langsung kita rasakan. Namun demikian, gelombang kejut akan tetap terasa ketika pasar kembali dibuka," kata Nico.
 
Pasar berjangka telah membuka ruang bagi The Fed untuk kenaikan tingkat suku bunga sebanyak 50 bps pada masing-masing empat pertemuan mendatang. Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell pernah mengatakan dirinya mengamini kenaikan tingkat suku bunga sebanyak 50 bps, dan ini merupakan sesuatu yang mungkin untuk dilakukan, mengingat situasi dan kondisi ekonomi yang terjadi saat ini.
 
Pernyataan Powell didukung oleh beberapa rekannya semakin memberikan ruang bahwa minimal kenaikan tingkat suku bunga akan terjadi pada tahun ini. Apalagi neraca juga akan disusutkan setelah Mei 2022 dengan tingkat kecepatan USD95 miliar per bulan.
 
Angka 75 bps menjadi angka baru, tolok ukur baru bagi The Fed dalam mengejar cita-cita mengendalikan inflasi seperti yang mereka inginkan. Angka 75 bps bukan sesuatu yang tidak mustahil untuk terjadi, apalagi The Fed cukup ketinggalan di belakang kurva. Oleh karena itu mereka harus mengejar yang tertinggal untuk mendapatkan keseimbangan baru.
 
Komentar Bullard juga menjadi salah satu perhatian yang paling penting saat ini karena dia merupakan seorang pemilih FOMC pada 2022. Sebelumnya Bullard merupakan orang pertama yang menyerukan untuk mempercepat pengurangan pembelian aset lebih awal dan merupakan salah satu orang yang pertama dalam memberikan pembahasan mengenai kemungkinan adanya kenaikan tingkat suku bunga sebanyak 50 bps.
 
Tadinya Bullard mungkin dilihat sebelah mata, namun sekarang mengingat inflasi yang sudah terbang lebih tinggi, justru pasar mulai memandang perkataan Bullard dengan kedua matanya. Karena sekarang kenaikan 50 bps, merupakan sesuatu yang berpotensi besar untuk terjadi, mengingat tingkat suku bunga cukup jauh ketinggalan di belakang kurva.
 
Oleh sebab itu, ketika Bullard mengatakan akan menaikan tingkat suku bunga sebanyak 75 bps, ini bukan perkataan tanpa dasar bagi pelaku pasar dan investor.
 
Ada kemungkinan, justru Mei kenaikan tingkat suku bunga akan terjadi sebesar 50 bps, dan akan dilanjutkan 75 bps pada Juni dan Juli. Karena kenaikan 75 bps, akan mendorong tingkat suku bunga The Fed untuk menuju netral lebih cepat. Target tingkat suku bunga netral AS ada di 2,3-2,5 persen.
 
Namun ternyata cukup banyak tantangan terkait dengan kenaikan tingkat suku bunga The Fed. Presiden Fed Chicago, Charles Evans, dan Presiden Fed San Francisco, Mary Daly mengatakan langkah mendadak tidak dibutuhkan oleh pasar.
 
Hal tersebut juga diamini oleh anggota The Fed Lael Brainard yang mengatakan komite akan memperkuat tingkat suku bunga secara metodis dengan langkah yang cepat, dan melakukan penyusutan neraca yang berkontribusi menahan inflasi secara keseluruhan.
 
"Rekayasa rencana soft-landing menjadi salah satu yang dinantikan oleh pasar. Namun kami sebetulnya cukup khawatir bahwa kenaikan tingkat suku bunga yang terlalu agresif mungkin akan merusak pemulihan ekonomi secara keseluruhan. Oleh karena itu, kenaikan tingkat suku bunga juga tidak boleh membuat pasar merasakan tekanan secara berlebih," kata Nico.
 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif