Ilustrasi. FOTO: Cityam
Ilustrasi. FOTO: Cityam

Minyak Dunia 'Bergelora' Jelang Pertemuan OPEC

Ekonomi minyak mentah
Angga Bratadharma • 03 Juni 2020 08:01
New York: Harga minyak dunia melonjak pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Penguatan terjadi karena para pelaku pasar bertaruh pada perpanjangan pengurangan produksi oleh produsen minyak utama dalam rangka menjaga stabilitas pasar minyak di masa-masa mendatang.
 
Mengutip Xinhua, Rabu, 3 Juni 2020, minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Juli naik USD1,37 menjadi USD36,81 per barel di New York Mercantile Exchange. Pencapaian itu adalah penyelesaian tertinggi untuk kontrak bulan depan sejak 6 Maret, menurut Dow Jones Market Data.
 
Sedangkan benchmark minyak global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus naik sebanyak USD1,25 menjadi USD39,57 per barel di London ICE Futures Exchange.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Harga didukung oleh laporan bahwa Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan lainnya termasuk Rusia, yang dikenal sebagai OPEC+, sedang mempertimbangkan untuk memperpanjang pengurangan produksi mereka saat ini di luar akhir Juni, pada sebuah pertemuan yang diperkirakan Kamis.
 
OPEC+ sepakat pada April untuk memangkas produksi sebesar 9,7 juta barel per hari untuk Mei dan Juni karena pandemi covid-19 merusak permintaan. Pemotongan itu dimaksudkan untuk dikurangi menjadi 7,7 juta barel per hari dari Juli hingga akhir 2020.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat (AS) berakhir lebih tinggi pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Penguatan dapat terjadi karena Wall Street menimbang kemungkinan menormalkan kembali kegiatan ekonomi di AS meski sedang terjadi kerusuhan sipil.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 267,63 poin atau 1,05 persen menjadi 25.742,65. Sedangkan S&P 500 naik 25,09 poin atau 0,82 persen menjadi 3.080,82. Sementara indeks Komposit Nasdaq meningkat sebanyak 56,33 poin atau 0,59 persen menjadi 9.608,37.
 
Semua 11 sektor utana S&P 500 mengalami reli, dengan sektor energi dan material masing-masing naik 2,65 persen dan 1,76 persen. Sedangkan protes dan kerusuhan berlanjut di kota-kota di seluruh Amerika Serikat atas kematian orang Afrika-Amerika, George Floyd.
 
Investor memantau dengan seksama bahwa kerusuhan nasional akan menjadi penyebab ekonomi merosot, selain karena pandemi covid-19. Tentu investor berharap pemulihan ekonomi bisa segera terjadi dan nantinya memberi efek positif terhadap gerak pasar saham.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif