Harga minyak dunia. Foto : AFP.
Harga minyak dunia. Foto : AFP.

Harga Minyak Variatif, Dipicu Meningkatnya Kasus Covid-19

Ekonomi minyak bumi OPEC covid-19 corona virus Harga Minyak Naik
Antara • 04 Desember 2021 08:54
New York: Harga minyak mentah beragam pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah menghapus kenaikan besar di awal perdagangan. Hal ini terjadi di tengah semakin bertambahnya kekhawatiran meningkatnya kasus virus korona dan varian baru dapat mengurangi permintaan minyak global.
 
Minyak mentah berjangka Brent menguat 21 sen atau 0,3 persen menjadi USD69,88 per barel. Sedangkan, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS berakhir 24 sen atau 0,4 persen lebih rendah menjadi USD66,26 per barel.
 
Harga minyak naik lebih dari USD2 per barel pada awal perdagangan. Setelah kelompok produsen OPEC+ mengatakan dapat meninjau kebijakannya untuk menaikkan produksi dalam waktu singkat jika meningkatnya jumlah penguncian pandemi menghambat permintaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kedua harga acuan turun selama enam minggu berturut-turut untuk pertama kalinya sejak November 2018, dan keduanya tetap berada di wilayah oversold secara teknikal buat hari keenam berturut-turut untuk pertama kalinya sejak September 2020.
 
"Banyak tempat yang harus disalahkan atas kemunduran besar dalam energi," kata direktur energi berjangka di Mizuho di New York, Bob Yawger dikutip dari Antara, Sabtu 4 Desember 2021. 
 
Dia mencatat kasus virus korona meningkat, laporan pekerjaan AS mengecewakan dan OPEC+ terjebak dengan rencananya untuk meningkatkan produksi pada Januari.
 
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak, Rusia dan sekutunya, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, mengejutkan pasar pada Kamis, 2 Desember 2021, ketika tetap pada rencananya untuk menambah pasokan 400 ribu barel per hari (bph) pada Januari.
 
Tetapi OPEC+ membiarkan pintu terbuka untuk mengubah kebijakan dengan cepat jika permintaan menderita dari langkah-langkah untuk menahan penyebaran varian virus corona Omicron. Mereka mengatakan mereka bisa bertemu lagi sebelum pertemuan dijadwalkan berikutnya pada 4 Januari.
 
Pasar di seluruh aset telah bergolak sepanjang pekan oleh munculnya varian Omicron dan spekulasi hal itu dapat memicu penguncian baru dan mengurangi permintaan bahan bakar.
 
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak negara-negara untuk memvaksinasi rakyat mereka guna memerangi virus, dengan mengatakan pembatasan perjalanan bukanlah jawabannya.
 
Di Amerika Serikat, negara bagian keenam -Nebraska- melaporkan varian Omicron setelah mendeteksi enam kasus yang dikonfirmasi dari jenis yang sangat menular.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif